Home » Metro Luwuk » Dari Otodidak Hingga Punya Bengkel Sendiri
Dari Otodidak Hingga Punya Bengkel Sendiri
Irwanto, (37), pemilik bengkel di Jalan Turki itu sedang mengutak atik ban sepeda motor milik pelanggannya.

Dari Otodidak Hingga Punya Bengkel Sendiri

Keahlian Irwanto mengutak atik motor didapatkannya  secara otodidak. Dari situ, dia mulai berpikir bagaimana caranya menekuni kecintaan dan hobinya itu menjadi peluang bisnis. Baca kisah selengkapnya!

IRFAN MAJIRUNG, LUWUK POST
BANYAK pria yang memiliki kegemaran mengutak-atik kendaraan agar tampil beda dari kebanyakan lainnya. Hal itu disadari penuh oleh Anto sapaan akrab Irwanto, (37), pemilik bengkel di Jalan Turki, Kelurahan Mangkio Baru, Kecamatan Luwuk, Kabupaten Banggai, Provinsi Sulawesi Tengah.
Di tengah kegigihannya menjalankan usaha yang dirintisnya sejak 2003 silam, tentu saja tak sedikit jalan terjal yang harus dilaluinya. Bahkan, ia pun sebelumnya sudah menguatkan hati, setiap usaha pasti ada pasang surutnya bahkan bangkrut. Hanya ada dua alternatif itu. Namun, optimisme selalu tertancap kuat dalam diri Anto.
Usaha bengkel motor, toko sparepart serta accessories motor, sengaja dipilih dan dipertahankannya sebagai suatu usaha atau bisnis karena dianggapnya mampu memberikan keuntungan besar hingga saat ini. Apalagi melihat pesatnya perkembangan otomotif terutama kendaraan roda dua di kota Luwuk, membuat beberapa orang bahkan ingin mencoba membuka usaha bengkel. Dari perbincangan ringan di pagi itu, Anto mulai bercerita masalah pertama yang dihadapinya terbilang begitu berat. Yakni mulai dari membayar sewa tempat setiap bulannya, sebelum sekarang tempat itu kini telah menjadi miliknya. Lalu selanjutnya, kehilangan empat orang karyawan andalannya karena memutuskan keluar dengan alasan tak mau lagi “bergantung” kepadanya. Tapi  bagi Anto, hal itu justru membuatnya semakin tak pantang menyerah.
Meski diakuinya, pangsa pasar atau pelanggan juga kerap fluktuatif. Namun kekurangan pelanggan tak sedikitpun menyurutkan langkah dan semangat untuk terus berkarya. Sebab Anto bukan orang yang egois. Keahliannya di bidang utak atik motor itu ditularkannya kepada empat orang eks karyawannya yang sebagian orang diantaranya sudah punya usaha bengkel sendiri.
“Dulu saya ada empat orang karyawan, tiga orang sekarang sudah buka usaha sendiri. Tapi bagi saya itu tidak ngefek juga. Karena buktinya, sampai sekarang ini saya masih bisa jalan walaupun dengan situasi penghasilan fluktuatif,” kenangnya, sedikit bangga. “Hilang satu dua tiga bahkan empatpun tak berarti mati kreasi,” sambungnya.
Mengapa Anto begitu menggeluti bisnis ini? Menurutnya, karena pecinta motor di kota Luwuk tak sedikit jumlahnya, tapi soal perawatan mesin justru terbilang agak langka. Sehingga dengan penuh keyakinan dan kepercayaan diri, Anto memulai bisnis di bidang perbengkelan dengan membuka bengkel reparasi dari semua jenis merk motor. Termasuk tambal ban, service motor, service mesin, ganti oli, ganti ban, variasi dan modifikasi serta jasa-jasa lain di bidang perbengkelan.
Meskipun sasaran konsumen calon pelanggan bengkel umum adalah pengguna motor biasa yang memerlukan service standar dengan penggantian sparepart dan perawatan ringan, namun Anto terus meningkatkan kreativitasnya agar usaha yang dikerjakannya tak mati dengan terus menerapkan motto “one stop modification”. Artinya, bagaimana memberikan pelayanan yang lebih lengkap dan terpercaya.
“Jadi, apapun bisa terwujud asalkan orang melakukan dengan penuh kesungguhan dan keyakinan,” tutupnya, seraya mengakhiri perbincangan.  (*)

About uman