Home » Kampus » WR III Dinilai Tak Punya Power
WR III Dinilai Tak Punya Power
Mahasiswa mengeluhkan peran aktif dari Wakil Rektor III menyelesaikan masalah masalah kemahasiswaan.

WR III Dinilai Tak Punya Power

LUWUK – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Univeristas Muhammadiyah Luwuk (UML) sudah dua tahun terakhir fakum. Hal ini disebabkan karena tidak adanya kejelasan mengenai pemilihan Presiden Mahasiswa (Presma). Padahal, pemilihan presma semestinya telah difasilitasi oleh Wakil Rektor (WR) III.
Beberapa mahasiswa menyatakan WR III saat ini tidak mempunyai power untuk menyelesaikan polemik BEM UML. “WR III saat ini sudah tidak mempunyai power dimata mahasiswa karena tidak ada langkah yang diambil WR III ketika surat yang dimasukkan kepada BEM-BEM fakultas untuk memberikan perwakilannya dan membentuk panitia pemilihan Presma tidak ditanggapi,” ungkap salah satu mahasiswa UML, Muhatir Muhammad, (3/1).
Menurut Muhatir, hal tersebut akan berdampak pada universitas. “Berbeda dengan tahun sebelumnya, UML selalu dijadikan sandaran masyarakat dalam setiap kasus-kasus yang terjadi dibanggai. Jika permasalahan internal UML tidak bisa diselesaikan, bagaimana mau selesaikan permasalahan masyarakat?” ungkapnya.
Sementara itu, Adar Lasalimu, mengungkapkan, untuk mengharumkan kembali nama UML, seharusnya pemilihan BEM Universitas segera dilakukan agar BEM UML dapat kembali menjadi wadah setiap pergerakan mahasiswa. “Jika hal itu dapat terrealisasi sesegera mungkin, pastinya akan berdampak positif terhadap pergerakan-pergerakan yang nantinya akan dilakukan oleh mahasiswa,” pungkasnya. (tr-35)

About uman