Home » Berita Utama » DPT Biang Masalah, Ini Solusi Versi Akademisi
DPT Biang Masalah, Ini Solusi Versi Akademisi
Zainudin Ahmad

DPT Biang Masalah, Ini Solusi Versi Akademisi

LUWUK—Sejak awal digelarnya pemilihan langsung di Kabupaten Banggai, persoalan DPT (Daftar Pemilih Tetap, Red) selalu menjadi fenomena turun temurun yang belum terselesaikan secara tuntas.  Tahun ini, kondisi itu kembali mewarnai pelaksanaan pilkada Banggai hingga menuai komplain dan sorotan dari berbagai pihak.
Merespon hal tersebut, akademisi Universitas Muhammadiyah Luwuk (UML), Zainudin Ahmad menuturkan, perlu ada revitalisasi data pemilih.
“Dari Pileg, Pilkada, Pilgub hingga Pilpres DPT selalu dipersoalkan. Jika kondisi itu terus dibiarkan saya kira pemilihan berikutnya permasalahan serupa masih akan mewarnai perhelatan demokrasi di daerah ini,” ungkapnya, Jumat (25/12).
Memang, lanjut Zainudin, untuk memperbaiki data pemilih tak boleh tiba masa tiba akal. Apalagi di tengah berjalannya tahapan pilkada yang serba terikat dengan regulasi. Karenanya, sulit untuk melakukan perbaikan DPT secara keseluruhan.
“Jadi supaya persoalan itu tidak menular terhadap pemilihan selanjutnya setelah seluruh tahapan pilkada berakhir, penyelenggara harus punya itikad untuk melakukan perbaikan dengan cara pendataan ulang,” saran Dekan Fisipol ini.
Dalam melakukan itu jelas berkonsekuensi dengan anggaran, namun menurut dia, ketika pos anggaran yang dimaksud jelas peruntukan dan pertanggung jawabannya mustahil Pemerintah daerah (Pemda) enggan menggelontorkannya. “Apabila itikad itu siap serta didukung anggaran yang memadai tinggal dikembalikan pada implementasinya di lapangan, harus serius, jeli dan teliti dalam melakukan pendataan. Jangan ada lagi istilah nama pemilih siluman dan ilegal. Jika itu dilakukan dengan sungguh-sungguh hingga melahirkan data yang otentik akan dapat menghindari indikasi mobilisasi pemilih pada saat pelaksanaan voting day,” tutur dia.
Sebab, dengan lahirnya DPT baru yang valid segala bentuk pergerakan pemilih ilegal atau siluman akan terlihat. Dengan begitu, proses demokrasi di kabupaten Banggai akan lebih berkualitas.(man)

About uman