Home » Banggai Laut » Dana Hibah Adat Kembali Disorot
Dana Hibah Adat Kembali Disorot
LP2TRI Balut menyoroti pemberian dana hibah pemerintah kepada Lembaga Adat Banggai dan Plt. Tomundo Banggai, Irwan Zaman.

Dana Hibah Adat Kembali Disorot

BANGGAI– Bantuan sejumlah dana dari pemerintah daerah Banggai Laut untuk Keraton Batomundoan Banggai dan Lembaga Adat Banggai (LAB) kembali dipertanyakan.
Kalangan Lembaga Swadaya Masyarakat yang dimotori Lembaga Pemantau Kinerja Pemerintah Trias Politika (LP2TRI) menduga pengurus Lembaga Adat Banggai (LAB) dan pihak Keraton telah keliru dalam memanfaatkan dana bantuan operasional adat yang digelontorkan pemerintah medio 2015 itu.
Disebutkan dana dalam bentuk hibah sebesar Rp. 30.000.000 dan dana program Revitalisasi Adat dan Budaya Banggai Rp. 40.000.000 yang diberikan kepada organisasi Lembaga Adat Banggai dan Plt. Tomundo Banggai, Irwan Zaman hingga saat ini tidak jelas pertanggung jawabannya.
Lebih lanjut pihak LP2TRI memaparkan bahwa berdasarkan bukti dokumen hibah bernomor 08/H-Balut/2015 yang ada pada mereka, dengan jelas menyebutkan besaran anggaran yang diberikan serta rincian penggunaannya.
“Ini kami lihat tidak dilaksanakan di lapangan dan yang lebih parah hingga sekarang laporan pertanggung jawabannya belum diserahkan,” ungkapnya.
Padahal kata dia, pada Bab III, pasal 4 ayat 2 Perjanjian Hibah tentang Hak dan Kewajiban para pihak, menyebutkan bahwa pihak kedua (LAB dan pihak Keraton, red) berkewajiban untuk membuat dan menyampaikan pertanggung jawaban penggunaan dana tersebut beserta bukti-bukti transaksinya.
“Benar dalam pasal itu dikatakan paling lambat pertanggung jawabannya diserahkan pada 10 Januari nanti, tapi kami sudah kasi warning dari sekarang supaya diseriusi,” imbuhnya.
LP2TRI berharap pemerintah dalam hal ini DPPKA-D Balut dapat menindak lanjuti dan mendesak kedua penerima untuk segera menyerahkan laporan penggunaan dana hibah dimaksud. (Sbt)

About uman