Home » Berita Utama » Win-Star Pesimis MK Kabulkan Gugatan Smile-Suka & Mutiara
Win-Star Pesimis MK Kabulkan Gugatan Smile-Suka & Mutiara
Fuad Muid

Win-Star Pesimis MK Kabulkan Gugatan Smile-Suka & Mutiara

LUWUK – Tim pemenangan pasangan Herwin Yatim dan Mustar Labolo (Win-Star) agaknya pesimis Mahkamah Konstitusi (MK) akan mengabulkan gugatan Smile-Suka dan Mutiara. Alasannya, pengajuan permohonan Perselisihan Hasil Pemilihan (PHP) ke MK dianggap tidak memenuhi syarat sebagaimana ketetapan perundang-undangan.
Ketua tim koalisi pemenangan Win-Star, Fuad Muid menuturkan, berdasarkan hasil kajian internal kubu Win-Star terhadap sejumlah regulasi terkait mekanisme permohonan gugatan ke MK pihaknya menyimpulkan, permohonan paslon nomor urut 1 dan 2 hasilnya akan mentah.
“Kami telah melakukan pengkajian terhadap Peraturan MK nomor 1 tahun 2015 tentang pedoman beracara dalam perkara PHP Gubernur, Bupati dan Walikota, ditambah Undang-undang nomor 8 tahun 2015 tentang Pilkada serta PKPU nomor 2 tahun 2015 tentang  tahapan, program dan jadwal pelaksanaan Pilkada,” terang Fuad, Rabu (23/12).
Pasal 6 ayat (2) huruf b PMK nomor 1 tahun 2015 dijelaskan, kabupaten/kota dengan jumlah penduduk 250.000 sampai 500.000 jiwa, pengajuan permohonan dilakukan jika terdapat perbedaan perolehan suara paling banyak sebesar 1,5 persen antara pemohon dengan paslon peraih suara terbanyak berdasarkan hasil penghitungan suara. Sedangkan pada pasal 7 angka (4) huruf a dan b ditekankan, penjelasan tentang ketentuan pengajuan sebagaimana dimaksud dalam pasal 6.
Penjelasan serupa juga telah disebutkan dalam ketetapan pasal 158 Undang-undang nomor 8 tahun 2015 tentang perubahan atas UU nomor 1 tahun 2015 tentang Pemilihan Kepala Daerah. Dengan demikian, kabupaten Banggai yang jumlah penduduknya sekira 320.000 jiwa masuk dalam kategori tersebut.
“Banyak ketentuan yang telah diatur dalam regulasi. Baru kulit luarnya saja yang dikaji sudah dapat disimpulkan bahwa permohonan Smile-Suka dan Mutiara mentah. Sebab, dari hasil pleno rekapitulasi perolehan suara oleh KPU Banggai terlihat perbedaan selisih suara yang signifikan, pada urutan pertama Win-Star yang selisih 7.700 suara lebih dengan paslon urutan ke dua Mutiara, apalagi dengan Smile-Suka, selisih suara Win-Star bahkan mencapai 17.300 suara lebih,” papar Fuad.
Pertanyaannya, kata Fuad, apakah MK kemudian akan menerima dan mengabulkan guguatan paslon nomor 1 dan 2? “Jawabnya jelas, tidak. Sebab, selisih suara antara Win-Star dan paslon urutan ke dua telah mencapai sekira 8,8 persen, sedangkan dalam UU permohonan akan dilakukan jika selisih suara hanya 1,5 persen. Jadi memang mustahil jika kemudian dikabulkan,” katanya, optimistis.
Jika benar demikian, lalu mengapa Smile-Suka berhasil menganulir penetapan calon terpilih pada tanggal 21 sampai 22 Desember berdasarkan surat MK? Menurut Fuad, dokumen permohonan PHP Smile-Suka baru masuk pada tahapan pendaftaran dan registrasi di MK.
Dalam tabel jadwal pelaksanaan Pilkada berdasarkan ketetapan PKPU nomor 2 tahun 2015 dikatakan, waktu pengajuan permohonan PHP sejak tanggal 18 sampai 21 Desember, kemudian masuk pada tahapan perbaikan permohonan pada tanggal 21 sampai 24 Desember, sedangkan tahap verifikasi prapenyelesaian sengketa dan putusan berlaku sejak tanggal 24 sampai 27 Desember.
“Bagaimana bisa berkembang informasi bahwa MK telah menerima permohonan pemohon sedangkan jadwal terkait persoalan itu telah ditetapkan dalam UU. Yakin dan percaya, tinggal menunggu hasil dari tanggal 27 Desember permohonan PHP itu akan dimentahkan MK. Ketetapan UU tidak bisa diganggu gugat karena sudah seperti itu aturannya. Jadi jangan membuat opini publik dengan memberikan informasi sesat kepada rakyat seolah-olah gugatan mereka dikabulkan,” tegas fungsionaris DPC PDIP Banggai ini.
Mengenai permohonan dugaan money politics serta dugaan tindak pidana lainnya, Fuad menilai, keliru jika diajukan ke MK. Sebab, sangat jelas dikatakan dalam PMK, bahwa yang diterima MK adalah permohonan PHP.
“Dalam UU sudah sangat sangat jelas, yang ditangani MK itu adalah PHP yakni, permohonan yang berkaitan dengan angka suara hasil pemilihan. Kalau soal tindak pidana itu berkaitan dengan KUHP jadi penyelesainnya bukan ditingkat MK, tempatnya di Pengadilan Negeri,” tuturnya.
Karenanya, Ia optimistis segala bentuk permohonan dengan berbagai alasan yang dilayangkan ke MK tidak akan menganulir kemenangan Win-Star di Pilkada Banggai. Win-Star, lanjut dia, akan tetap menjadi calon terpilih dan dilantik sebagai bupati/wakil bupati Banggai periode berikutnya.
“Sekali lagi kami minta supaya pihak lain tidak menyajikan isu sesat kepada rakyat terkait permohonan ke MK sebab, gugatan mereka (Smile-Suka dan Mutiara,red) sifatnya niet on vankelijk (gugatan tidak dapat diterima,red),” pungkasnya.(man)

About uman