Home » Politik » Alwin Tepis Tudingan Miring
Alwin Tepis Tudingan Miring
Alwin Palalo

Alwin Tepis Tudingan Miring

LUWUK—Dituding tak becus dalam menangani segala bentuk dugaan pelanggaran Pilkada memantik reaksi Panwasli kabupaten Banggai. Ketua Panwasli Banggai, Alwin Palalo menegaskan, adalah tidak benar jika kemudian terdapat pihak yang menuding adanya kesengajaan Panwasli untuk mementahkan sejumlah laporan dugaan pelanggaran.
“Siapa bilang tidak ada satupun laporan yang ditindaklanjuti. Apakah pihak yang mengklaim mereka memiliki dasar atau data yang membuktikan itu, kalau ada silahkan kami di komplain. Jangan sampai itu hanya isu yang dikemas menjadi opini publik sehingga mengurangi kepercayaan rakyat kepada Panwas,” tegas Alwin yang diaminkan Komisioner Panwasli, Boby Pondaag serta sejumlah staf, Rabu (23/12).
Yang harus dipahami, kata Alwin, dalam menangani laporan Panwasli terikat dengan regulasi sehingga tidak serta merta seluruh laporan yang masuk ditindaklanjuti. Terdapat beberapa hal yang diakui menjadi kelemahan Panwasli seperti, terbatasnya masa penanganan pelanggaran, dalam memproses laporan Panwas tidak dibenarkan memaksa saksi untuk memberikan keterangan.
“Semua harus kami lakukan secara prosedural sebagaimana dengan penetapan perundang-undangan. Kami juga tidak ingin tabrak regulasi hanya karena desakan sejumlah pihak yang sejatinya melanggar ketetapan undang-undang,” ungkap dia.
Sedangkan mengenai kinerja institusi pengawas Pemilu itu, diakui Alwin, pihaknya kekurangan tenaga serta sumber daya manusia.
Meski demikian tak lantas membuat Panwasli tidak bekerja. Dibeberkannya data-data terkait laporan dugaan pelanggaran sejak tahapan kampanye hingga saat ini pasca voting day 9 Desember.
“Kami telah menangani sebanyak 61 laporan yang terdiri dari, 3 laporan yang dimasukan paslon Smile-Suka dimana salah satu laporannya merinci 51 kasus. Paslon Mutiara memasukan 23 laporan, dan Win-Star sebanyak 9 laporan. Sedangkan sisanya berasal dari warga dan limpahan dari Panwascam,” papar Alwin.
Mengenai terlapor atas permohonan pelapor untuk Smile-Suka 9 kali dilaporkan, Mutiara 7 kali, Win-Star 4 kali. Laporan, tersebut lanjut dia, terkait dugaan keterlibatan Aparatur Negeri Sipil (ASN) sebanyak 8 kasus, soal administrasi 9 kasus, tindak pidana umum yang diteruskan ke Kepolisian 5 kasus, sedangkan sisanya telah diselesaikan ditingkat kecamatan.
“Seluruh laporan terus ditindaklanjuti, tidak ada yang dimentahkan selain yang tidak memenuhi unsur. Bahkan, dua diantaranya telah berada di meja Bawaslu RI. Kami juga telah memberhentikan sebanyak 4 orang anggota Panwas, jadi saya anggap tudingan itu mentah,” terang dia.
Begitupula soal tudingan Panwas masuk angin. Menurut dia, sah -sah saja masyarakat berasumsi seperti itu. Namun, sangat disesalkan ketika tudingan mengenai kinerja dan masuk anginnya Panwas tidak berdasarkan bukti yang kemudian dipublikasikan secara mentah menjadi opini publik. Alwin menganggap, tindakan tersebut justru mencederai demokrasi.
“Pada akhirnya kepercayaan masyarakat kepada penyelenggara luntur. Kalau itu terjadi lalu penyelenggara yang seperti apa lagi yang akan dipercaya. Silahkan seluruh pihak mengawasi tugas dari pada penyelenggara, tapi jangan sampai memfitnah. Jangan hanya melihar kami dari salah satu sisi atau dari luarnya aja, tapi terlebih dahulu pahami seluruh mekanisme baru berbicara,” pungkasnya.(man)

About uman