Home » Politik » Ujian Ketokohan Kandidat
Ujian Ketokohan Kandidat
Kapolres Banggai, Jamaludin Farti bersama Dandim 1308/LB, Themi Usman saat memberikan keterangan mengenai ajakan Pilkada damai belum lama ini.

Ujian Ketokohan Kandidat

LUWUK—Pilkada Banggai tahun 2015 menjadi ujian ketokohan figur pesertanya. Demikian diungkapkan Dandim 1308/LB, Themi Usman, Kapolres Banggai, Jamaludin Farti, Kepala Kejaksaan Negeri, Sumurung Simaremare dan Kepala Bandan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) kabupaten Banggai, Alfian Djibran yang tergabung dalam tim monitoring Pilkada damai, Selasa (22/12).
“Para tokoh peserta Pilkada serentak di kabupaten Banggai tahun ini tengah diuji kedewasaan berpolitiknya. Jangan sampai ada yang mengkalim dirinya tokoh Banggai tapi tidak beretika, tidak mampu mencerminkan perilaku baik kepada rakyatnya,” ungkap Themi Usman.
Jika terdapat figur yang mengklaim demikian, harus jelas dulu tokoh mana yang dimasksud. “Jangan sampai toko maju, atau toko dagang lainnya. Makanya, kalau memang mengaku tokoh harus perlihatkan gaya berpolitik yang beretika,” ungkap dia.
Peryantaan senada juga dilontarkan Kapolres Banggai, Jamaludin Farti. Dikatakannya, para kandidat harus dapat mengarahkan massa pendukungnya supaya tidak melakukan tindakan yang dapat memicu terjadinya konflik.
“Bagi figur yang merasa tokoh dan yang ditokohkan saat inilah waktunya mereka diuji kedewasaan berpolitknya,” ungkap Kapolres.
Mengenai fenomena yang belakangan mewarnai pelaksanaan tahapan Pilkada, menurut Kapolres, semua telah diatur jalur mana yang harus ditempuh untuk menyelesaikan suatu persoalan, misalnya. Mengenai administrasi pelaksanaan Pilkada dapat dikoordinasikan dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU), soal pelanggaran kode etik penyelenggara menjadi wewenang DKPP (Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilihan Umum), sedangkan persoalan tindak pidana adalah Panwasli dan Gakumdu (Penegakan Hukum Terpadu) yang berwenang.
“Jadi semua persoalan Pilkada sudah jalur-jalurnya, tinggal bagaimana pemahaman para tokoh dan tim untuk menyelesaikannya,” kata dia.
Masih kata Jamaludin, mengenai keamanan kabupaten Banggai pasca voting day, meski potensi konflik mulai terlihat namun sejauh ini sejauh masih dapat terkendali.
“Dan yang harus diwaspadai oleh para tim paslon adalah pergerakan penyusup yang berusaha memprovokasi keadaan,” imbau Kapolres.
Itu juga yang diungkapkan Kepala Kesbangpol Banggai, Alfian Djibran. Diakuinya, berdasarkan hasil pantauan tim monitoring  pasca voting day mulai teridentifikasi potensi konflik disejumlah titik.
“Tapi alhamdulillah dapat dicegah sehingga tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan yang mengganggu keamanan. Kami berharap, para tokoh terkait menjadi pionir Pilkada damai sehingga tidak terjadi perpecahan antar kelompok masyarakat,” ungkap Alfian.
Pada dasarnya, lanjut dia, pemerintah, pihak keamanan, paslon serta seluruh pemangku kepentingan dan stakeholder terkait harus bisa menjaga keamanan dan perdamaian di kabupaten Banggai.(man)

About uman