Home » Banggai Kepulauan » Migas Senoro Milik Siapa
Migas Senoro Milik Siapa
Irwanto T. Bua

Migas Senoro Milik Siapa

“Bangkit melawan untuk memperjuangkan hak atau berdiam diri yang berarti membiarkan hak atas kekayaan alamnya dihisap tanpa kompensasi yang berarti”. Kalimat pendek ini, adalah seruan moral, yang belakangan ramai terdengar di tengah-tengah masyarakat Bangkep.

Catatan : Irwanto T. Bua
Belakangan diketahui, jika kalimat yang berisi seruan itu bertujuan untuk membangun konsolidasi dan kolektifitas masyarakat Bangkep, demi bersatu guna memperjuangkan hak atas bagi hasil eksploitasi migas di blok Senoro yang berpusat di Kecamatan Batui, Kabupaten Banggai.
Entah dari mana asalnya dan siapa yang menyerukannya untuk pertama kali. Tetapi jelasnya, kalimat pendek itu ramai terdengar dari mulut-mulut warga Bangkep belakangan ini. Lepas dari siapa dan motiviasi apa yang membuat seruan ini mulai terdengar luas, namun yang menjadi catatan pentingnya, yaitu issu tentang bagi hasil eksploitasi migas di blok Senoro itu.
Dengan realitas yang ada, rasanya tidak salah apabila masyarakat Bangkep, mempersoalkan dan mempertanyakan besaran bagi hasil dari pengelolaan migas dengan melibatkan perusahaan raksasa dari luar negeri itu di blok Senoro.
Pasalnya, dari informasi yang berhasil dihimpun, menyebutkan sebagian peta migas di blok Senoro, masuk di wilayah Kabupaten Bangkep dan sebagian lagi berada di wilayah Kabupaten Banggai Laut. Di Bangkep, palung migas blok Senoro itu, tepatnya berada di wilayah adminitrasi kecamatan Buko dan Buko Selatan. Itu berarti pula kekayaan alam berupa migas di wilayah Bangkep, telah dimanfaatkan tanpa imbalan yang sebanding.
Rasa ketidakadilan dari warga Bangkep, mencuat setelah diketahui bagi hasil eksploitasi blok Senoro, yang dijatahi kepada Bangkep, teramat sedikit. Besaran bagi hasil untuk Kabupaten Bangkep, disamakan dengan daerah kabupaten/kota lainnya di Provinsi Sulteng, terkecuali dengan Kabupaten Banggai, yang disebutkan sebagai daerah penghasil.
Sebagai wilayah otonomi yang memiliki batas wilayah, Kabupaten Bangkep, tidak salah rasanya mengklaim kekayaan alam berupa migas yang berada di peta blok Senoro, adalah milik Kabupaten Bangkep.
Mestinya dengan fakta itu, pemerintah pusat harus lebih menghargai keberadaan Kabupaten Bangkep yang secara fakta adalah pemilik sebagian kandungan migas di blok Senoro. Cara penghargaannya, yaitu dapat berupa memperbesar hak atas bagi hasil eksploitasi migas di blok Senoro.
Migas merupakan kekayaan alam yang keberadaannya tidak dapat diperbahurui. Itu berarti kekayaan alam Bangkep atas kandungan migas di separuh blok Senoro, satu ketika akan habis. Apabila bagi hasil atas pengelolaan migas di blok Senoro terhadap Bangkep, tetap disamakan dengan wilayah Bangkep, itu dapat ditafsirkan oleh masyarakat Bangkep, sebagai upaya kejahatan terhadap kekayaan alam yang dimilikinya.
DPRD Bangkep yang merupakan repesentasi masyarakat Kabupaten Bangkep, telah menyeruhkan agar pihak perusahaan pengelolah dan pemerintah pusat dapat menghargai keberadaan Kabupaten Bangkep, yang secara geografis adalah pemilik dari sebagian wilayah migas di blok Senoro.
Ketua DPRD Bangkep Muh. Risal Arwie dan sejumlah fraksi di DPRD Bangkep, telah menyatakan tekadnya untuk memperjuangkan masalah ini. Kepada Bupati Bangkep Drs. Lania Laosa, DPRD Bangkep, mendesak agar dapat bersama-sama menyuarakan persoalan ini.
Di tingkat masyarakat, beberapa elemen telah membangun konsulidasi demi menyatukan visi dan komitmen agar dapat sama-sama memperjuangkan masalah ini. Bahkan element-element ini, dikabarkan akan melebur dalam satu wadah perjuangan yang akan dinamakan mereka sebagai Fron Rakyat Bangkep Menggugat. ###

About uman