Home » Berita Utama » Demokrasi Tanpa Demo dan Enggan Membuat Gaduh
Demokrasi Tanpa Demo dan Enggan Membuat Gaduh
Pilkada di Kabupaten Tojo Una-una tetap berlangsung damai. Nampak saat Ketua KPU, Amrin Karima (pakai kacamata) menyerahkan berita acara penetapan kepada calon wakil bupati, Admin AS Lasimpala (kemeja kotak-kotak), Selasa (22/12).

Demokrasi Tanpa Demo dan Enggan Membuat Gaduh

Hasil dari pertarungan politik memang sulit diterima. Bahkan, tak jarang publik dibuat gaduh karena emosi sudah meluap-luap yang berujung pada pengrusakana fasilitas umum. Namun, kondisi itu sepertinya tidak terjadi di Kabupaten Tojo Una-una.  

LAPORAN: Alisan/Luwuk Post
SUARA riuh tiba-tiba pecah dari ruangan yang berukuran separoh lapangan sepak bola itu. Ratusan petugas berbadan tegap tetap berjaga dengan ketat di lokasi itu. Kendaraan pun berjubel hingga di jalan raya. Raut wajah penghuni ruangan menegang sekaligus bercampur senang.
Setelah ditelisik, ternyata kemarin (22/12) menjadi hari bersejarah bagi masyarakat Kabupaten Tojo Una-una. Sebab, merupakan momentum penetapan calon bupati dan wakil bupati terpilih periode 2015-2020.
Sebenarnya, masih ragu untuk menghampiri ruangan itu karena di berbagai daerah aksi brutal begitu asyik dimainkan. Namun, demi tugas harus mendekat untuk mengecek bagaimana kondisi di dalam gedung yang besar itu.
Menegangkan, pandangan semua orang tertuju pada komisioner KPU saat dibacakan surat keputusannya nomor 112/kpts/KPU-Kab/024.433206/2015 tentang penetapan paslon bupati dan wakil bupati terpilih dalam penyelenggaraan Tojo Una-una tahun 2015.
“Paslon bupati dan wakil bupati Tojo Una-una terpilih sebagaimana dimaksud pada diktum kesatu adalah paslon nomor urut 2 saudara Mohamad Lahay dan Admin AS. Lasimpala dengan perolehan suara terbanyak 34.067. Keputusan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan,” ujar Komisioner KPU, Usri Abdul Rauf. Tanpa pikir-pikir, paslon nomor urut 2 pun langsunng mencak-mencak dari tempat duduk mereka. Teriakan pun terdengar menyeruak hingga di luar gedung.
Proses pilkada di Kabupaten itu memang bisa dibilang aman. Tak ada aksi damai yang ujung-ujungnya ricuh karena pembakaran ban yang mengakibatkan polusi karena asapnya mengepul hitam ke langit yang tak bersalah. Tak ada ribut-ribut mendatangi Pawaslih dan KPU atau mendatangi kantor DPRD lalu teriak-teriak bikin berisik meski bukan mereka yang akan menjadi pemimpin.
“Alhamdulliah seluruh rangkaian berjalan dengan baik karena semua komponen yang terlibat melaksanakan tugasnya dengan baik. Kita patut syukuri, bahwa tidak ada aral melintang,” ujar Wakapolres Tojo Una-una, Hidayat.
Sementara itu, Ketua Panwaslih Kabupaten Tojo Una-una Yusran Caco B. Ali menyatakan, kondisi keamana yang baik tidak terlepas dari kerja sama semua pihak, termasuk masyarakat. “Kalau kita membandingkan dengan pilkada sebelumnya, lebih aman tahun ini,” ujar Yusran.
Sedangkan anggota tim pemenangan nomor urut 2 Mad Admin, Djafar M. Amin menyatakan, pihaknya selalu memperlihat kesantunan berpolitik. Meski beberapa waktu lalu terjadi gejolak namun bisa cepat diredam. “Kita tidak melakukan respon dengan pihak sebelah karena akan jadi kemelut,” tegas anggota Komisi II DPRD Tojo Una-una itu.
Seoarng warga Kelurahan Muara Toba, Muhtar, 46, yang menyaksikan prosesi pikada itu dengan lugas menyatakan, kemenangan paslon nomor urut 2 kemenangan seluruh rakyat di Sivia Patuju. “Syukur-syukurlah masyarakat bisa memahami. Kita jalani saja,” ujar pria paro baya itu.
Sementara itu, Ketua KPU Tojo Una-una, Amrin Karima mengatakan, pihaknya dari awal sudah sepakat untuk taat pada aturan seperti terbuka dan sikap yang independent. “Alhadullih selama ini belum ada gugatan-gugatan,” kata Amrin menutup pembicaraan. (*)

About uman