Home » Metro Luwuk » Selamatkan Bayi, Malah Kehilangan Nyawa
Selamatkan Bayi, Malah Kehilangan Nyawa
Putri almarhumah Imelda yang dilahirkan lewat operasi sesar di rumah sakit beberapa waktu lalu.

Selamatkan Bayi, Malah Kehilangan Nyawa

Perjuangan panjang almarhumah Imelda, (29) saat melahirkan buah hatinya tercinta, justru berujung kematian. Berikut kisahnya !

LAPORAN : IRFAN MAJIRUNG/LUWUK POST
IBU!…Ibu!…Ibu!.., mengapa engkau secepat itu pergi meninggalkannya. Engkau lahirkan dia tanpa dekapan dan belaian kasih sayang mesra darimu,!!!!.. Inilah sepenggal kalimat yaang cocok bagi bayi dari almarhumah Imelda (32), pasien wanita asal Kecamatan Nambo yang meninggal dunia, di ruang ICU beberapa waktu lalu, usai menjalani operasi sesar di rumah sakit Luwuk. Kematian almarhumah Imelda tentu saja menyisakan sejuta harapan, kenangan dan kerinduan serta kesedihan yang tak terkira. Terutama bagi bayi tadi yang ditinggalkannya. Dan kini bayi yang  selayaknya masih membutuhkan belayan mesra dan kasih sayang dari sang ibundanya tercinta itu, terpaksa harus kuat dan bersabar menahan diri menjalani hidupnya hingga ia tumbuh dewasa kelak.
Sang ibu, Imelda, yang ketika itu menjalani operasi sesar, disebut sebut semata mata hanya untuk menyelamatkan jabang bayi yang ada dalam kandungannya. Sebab dari hasil observasi tim medis, bayi tersebut dinyatakan gawat janin. Sehingga jika harus menunggu lahir dengan cara normal, maka itu akan bisa berakibat fatal bagi ibunya. Gayung bersambut, Imelda kenyataannya pun meninggal dunia setelah berhasil melahirkan putrinya di rumah sakit usai operasi sesar. Namun sebelum meninggal, Imelda, sempat divonis gagal napas. Pasalnya, ia mengalami gangguan pernapasan akut berat. Meski berbagai tindakan pertolongan medis saat itu telah dilakukan, seperti resusitasi jantung paru paru (RJP) atau CPR, termasuk kompresi dada. Namun, upaya itu pun hanya bisa membantunya bertahan hidup selama enam hari di ruang ICU. “Napasnya kita sudah bantu dengan alat tangkilator. Namun memang karena sudah takdirnya. Ya, mau diapain lagi. Dia (Almarhum Imelda-red) hanya bisa bertahan hidup selama enam hari di sini (di ICU RSUD Luwuk-red),” kata dokter Anestesi Gede Spog, ketika ditemui diruangannya kala itu.
Informasi yang dirangkum harian ini menyebutkan, Imelda, wanita asal kecamatan Nambo itu, pasca menjalani operasi sesar masih sempat makan, berbicara dengan keluarganya ketika itu. Tapi, begitu dimasukkan jarum suntikan oleh salah seorang perawat yang diduga adalah mahasiswa praktek di rumah sakit (mal praktek), maka saat itu pula Imelda mulai lumpuh, loyo, kejang kejang dan seluruh tubuhnya biru biru, mulai ujung kuku dari kedua tangannya hingga kaki. Parahnya lagi, usai diberi suntikan, Imelda, malah tak siuman-siuman selama enam hari di ruangan ICU. Sehingga atas kematiannya tersebut, pihak keluarganya pun justru merasa sangat tidak puas. Apalagi riwayat penyakit atau rekam medik penyebab kematian itu belum juga diketahui mereka secara pasti. Meskipun, direktur utama BRSUD Luwuk,Yusran, mengatakan bahwa rekam medik bersifat rahasia, sehingga tidak bisa diekspos ke pubilk. “Nanti akan dijelaskan langsung ke keluarga almarhumah oleh dokter yang merawatnya,” singkat Yusran kala dihubungi. (*)

About uman