Home » Politik » Orator Aksi Damai “Mutiara” Dipolisikan
Orator Aksi Damai “Mutiara” Dipolisikan
Ketua Tim Koalisi Win-Star, Fuad Muid saat memberikan keterangan usai memasukan laporan terkait dugaan pencemaran nama baik yang dilakukan orator aksi damai Mutiara beberapa waktu lalu di Polres Banggai, Senin (21/12).

Orator Aksi Damai “Mutiara” Dipolisikan

LUWUK—Tim Koalisi (TK) paslon Herwin Yatim dan Mustar Labolo (Win-Star) secara resmi akhirnya melaporkan orator aksi damai “Mutiara” yang tergabung dalam Solidaritas Pita Biru (SPB) ke Polres Banggai, Senin (21/12). Itu adalah bentuk keseriusan TK Win-Star merespon penyampaian orasi SPB yang menuding paslon nomor urut 3 itu telah melakukan money politics dengan besaran anggaran yang mencapai Rp 40 miliar.
“Kami sudah melapor dan langsung memberikan keterangan kepada penyidik kepolisian,” ungkap Ketua TK Win-Star, Fuad Muid yang didampingi Penasehat Hukum, Ferdy H Supit, Senin kemarin.
Disampaikannya, orator aksi yang dilaporkan berinisial RB dan RDM. Ke duanya dilaporkan karena dianggap telah memfitnah Herwin Yatim dan Mustar Labolo terkait penggunaan dana sebesar Rp 40 miliar yang transaksinya melalui Bank Swasta Nasional, BRI dan Bank Sulteng. Bahkan, sang orator diduga juga menuding mobil operasional Bank BR juga digunakan untuk membagi-bagikan uang (money politics,red) langsung kepada masyarakat.
“Dari awal kami keberatan akan hal itu. Sebab, apa yang ditudingkan adalah perbuatan yang tidak pernah kami lakukan. Ini jelas merusak nama baik paslon, masyarakat seakan termakan opini bahwa kemenangan Win-Star diraih dengan cara-cara tidak beretika,” tegas dia.
Dalam orasinya, SPB menyebut transaski uang Rp 40 miliar dilakukan di dua tanggal berbeda, itu dipertanyakan Fuad. “Kalau dua kali transaksi berarti 1 kali pencairannya sebanyak Rp 20 miliar. Pertanyaannya, Bank mana di kabupaten Banggai ini yang mencairkan dana sebesar itu dalam satu kali transaksi?,” tanya fungsionaris PDIP ini.
Ia menganggap, apa yang disampaikan SPB adalah mengada-ngada. Selain tidak jelas barang bukti dan unsur-unsur lainnya, juga tidak sesuai dengan kenyataan. Itu, lanjut dia, merupakan orasi yang kehabisan konsep yang sarat akan kepentingan tertentu. Sehingga tak heran, meski tak berdasar segala bentuk tudingan dikeluarkan tanpa memperhitungkan akibatnya.
“Kalau memang betul, dan mereka (Mutiara) memiliki barang bukti silahkan melapor dan proses secara hukum, kenapa harus pake aksi segala. Dipahami, tujuannya adalah menggugurkan kemenangan Win-Star, tapi yang dikhawatirkan jangan kemudian menimbulkan peta konflik,” kata dia.
Fuad mengaku, telah menyampaikan kepada penyidik supaya secepatnya meminta keterangan saksi serta oknum terkait yang namanya tercantum dalam laporan. Ia tak ingin jika kemudian tindaklanjut persoalan ini molor.
“Insya Allah besok (hari ini,red) polisi sudah akan memanggil satu persatu oknum terkait untuk dimintai keterangannya,” tuturnya.
Adapun barang bukti yang dimasukan diantaranya, pemberitaan sejumlah media massa lokal, rekaman suara dan selebaran.(man)

About uman