Home » Banggai Laut » KPU Banggai Laut Digugat
KPU Banggai Laut Digugat
Melalui tim hukumnya, Sofyan Kaepa telah daftarkan gugatan ke Mahkamah Konstitusi terkait penyelenggaraan pilkada Balut. Nampak salah satu kegiatan kampanye pasangan calon bernomor urut dua itu.

KPU Banggai Laut Digugat

BANGGAI – Pasangan calon Bupati dan wakil Bupati Banggai Laut nomor urut Dua, Sofyan Kaepa-Trin S. Lulumba telah mendaftarkan gugatan sengketa Pilkada Balut ke Mahkamah Konstitusi. Gugatan
melalui tim kuasa hukumnya yang tertuang dalam Akta Permohonan Pemohon nomor 38/PAN.MK/2015 itu didaftarkan dan telah diterima oleh Panitera Mahkamah, Sabtu (19/12).
Tim yang terdiri Dian Farizka SH.MH, Yandi Suhendra, SH dan Munsir, SH nampaknya menujukan gugatan perkara mereka kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) Balut sebagai tergugat. Meski belum ada informasi resmi terkait materi gugatan namun berbagai pihak berspekulasi bahwa target akhir pengajuan perkara tersebut adalah membatalkan proses pemilukada Banggai Laut dan menuntut digelarnya pemilukada ulang.
Sumber dari orang terdekat Sofyan menyebutkan KPU Banggai Laut dalam hal ini dianggap tidak cermat ketika melakukan verifikasi berkas persyaratan calon dan meloloskan salah satu calon kandidat yang menurut sumber itu, berkas persyaratannya diiduga belum tuntas atau masih harus dilakukan penelitian lebih lanjut.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, peraih suara terbanyak pada pemilukada Balut kemarin adalah pasangan Drs. H. Wenny Bukamo dan Dra. Hj. Tuty Hamid. Hal ini kemudian dipersoalkan para pesaingnya yang menilai dokumen persyaratan paslon nomor urut Empat tersebut tidak memenuhi syarat.
Mereka menuduh KPU Balut telah bertindak terburu-buru dan tidak cermat saat menetapkan paslon dimaksud sebagai peserta pemilukada padahal Surat Keputusan Pengunduran Diri Wenny Bukamo sebagai perwira menengah TNI Angkatan Udara berpangkat Letnan Kolonel yang diajukan belum dilakukan pengecekan terkait keabsahannya.
Divisi Hukum dan Pengawasan KPU Balut, Moh. Yusuf Tommy,SH yang dikonfirmasi beberapa waktu lalu menyebutkan pihaknya tidak melakukan pengecekan ke markas TNI-AU karena tidak terdapat pos anggaran untuk itu dan waktu pelaksanaan tahapan yang telah mepet.
“Kami bersandar pada niat positif beliau (Wenny Bukamo, red) yang telah menyerahkan bukti fisik berupa SKEP Kepala Staf TNI-AU tentang pengunduran dirinya,” kata dia.
Sampai berita ini diturunkan belum ada tanggapan lanjutan dari kubu nomor urut Empat. Wenny Bukamo yang ditemui belum lama ini menyatakan pihaknya telah memenuhi seluruh pesyaratan yang ada dan menilai penyelenggara pemilukada telah melakukan tugasnya sesuai prosedur dan porsi yang diberikan.
“Dibanding daerah lain, pilkada Balut saya nilai paling aman dan demokratis,” tutur Udin, salah satu simpatisan Wenny-Tuty. (sbt)

About uman