Home » Politik » Tiga Warga Lapor Smile-Suka ke Panwaslih
Tiga Warga Lapor Smile-Suka ke Panwaslih
Sejumlah warga yang melaporkan Smile-Suka terkait dengan dugaan money pilitic ke Panwaslih Kabupaten Banggai, Selasa malam (15/12) sekira pukul 21.30 Wita.

Tiga Warga Lapor Smile-Suka ke Panwaslih

LUWUK-Sebanyak 3 warga melaporkan pasangan calon (paslon) nomor urut satu Sofhian Mile dan Sukri Djalumang (Smile-Suka) ke panitia pengawas pemilihan (Panwaslih) Kabupaten Banggai.  Laporan tersebut diterima langsung oleh komisioner Panwaslih Boby Dayanun, Selasa malam (15/12).
Dalam laporan pertama disampaikan saksi pelapor berinisial I dengan saksi penerima uang pecahan Rp 50 2 lembar dan baju kaos.
Kemudian saksi pelapor berinisial GL dengan saksi penerima AD. Dari keduan terdapat barang bukti 3 buah jilbab. Dan laporan ketiga, sebagai saksi pelapor berinisial I  dengan barang bukti berupa foto atap rumbia yang terdapat di cafe kilometer lima.
Dalam laporan tersebut  Smile-Suka diduga melakukan money politic (politik uang) saat pelaksanaan kampanye akbar pada 29 November lalu serta malam sebelum pelaksanaan voting day.
Seorang saksi penerima GL mengungkapkan, tim Smile-Suka membagikan uang sebesar Rp 100 ribu saat pelaksanaan kampanye akbar berlangsung. Dan pada 8 Desember malam, sebelum pelaksaan voting day. “Kami diberikan uang Rp 100 ribu ketika kampanye akber Smile-Suka,” ujarnya.
Berbeda dengan saksi penerima AD. Ia menyatakan, diberikan jilbab oleh tim koordinator wilayah kecamatan yang bernama Taher,  sebanyak 100 buah untuk dibagikan ke warga. Lokasi yang dibagikan di seputaran Kelurahan Luwuk dan Simpong. “Saya diberikan 100 buah jilbab dari tim koordinator wilayah kecamatan Smile-Suka untuk dibagikan ke masyarakat,” ungkapnya.
Sementara itu, tim Herwin Yatim dan Mustar Labolo (Win-Star), Zulkaranen menyatakan, pihaknya hanya sekedar mendampingi laporan masyarakat yang masuk kepada tim Win-Star untuk ditindaklanjuti ke ranah hukum.
“Karena ada pengaduan dari masyarakat, sehingga harus diproses ke Panwaslih. Dan harus secepatnya ditiindaklanjuti persoalan ini. Karena memiliki bukti dan saksi yang konkrit,” tandasnya.
Zul sapaan akrabya menambahkan, untuk laporan pelanggaran pemilu terhadap Win-Star, ternyata diketahui terdapat masyarakat yang dibayar untuk melaporkan Win-Star. Sehingganya, bisa dikatakan laporan tersebut adalah fitnah.
“Kalau memang pelanggaran yang dilakukan oleh Win-Star katakan yang sebenarnya. Jangan sampai masyarakat dibayar untuk memanipulasi keadaan. Kami ingin masyarakat Banggai hidup dalam kebersamaan dalam konsep gotong royong,” tegas Zul. (awi)

About uman