Home » Berita Utama » Gakumdu Periksa Ma’mun-Batia
Gakumdu Periksa Ma’mun-Batia
Calon Wakil Bupati Nomor Urut 2, Batia Sisilia Hadjar saat saat menjalani pemeriksaan sebagai saksi pelapor atas dugaan money politics, Selasa (15/12).

Gakumdu Periksa Ma’mun-Batia

LUWUK – Pasangan calon (Paslon) Ma’mun Amir – Batia Sisilia Hadjar, Selasa (15/12) menjalani pemeriksaan sebagai saksi pelapor dalam kasus dugaan money politics (politik uang) paslon Win-Star yang dilaporkan tim pemenangannya.
Sejak pukul 10.30 Wita sejumlah tim pemenangan dan kuasa hukum paslon dengan tagline Mutiara itu sudah berada di sentra Gakumdu Polres Banggai. Terhitung, lima orang lebih mendampingi pemeriksaan kedua calon bupati dan wakil bupati itu. Ma’mun Amir tiba pertama yakni sekira pukul 11.30 Wita dan langsung menjalani pemeriksaan di ruangan berukuran sekira 3 kali 4 meter itu. Ia didampingi tim kuasa hukumnya, Hardiyanto Djanggih dan wakil sekretaris koalisi Mutiara, Zulhardi Amatahir. Beberapa tim pemenangan juga terlihat mengawal pemeriksaan itu. Selang tiga puluh menit kemudian, Ma’mun Amir ijin keluar ruangan, untuk menjalankan salat di mushollah Polres. Setelah itu ia kembali diminta keterangan.
Sekira pukul 12.15 Wita, Ma’mun Amir selesai diperiksa dan langsung keluar ruangan. Belum jauh melangkah, Batia Sisilia Hadjar tiba di Polres dengan pengawalan ajudannya.
Terjadi perbincangan diantara mereka (Ma’mun – Batia) saat berpapasan di depan bangunan sentra Gakumdu Polres Banggai. “Saya baru selesai dan mau pulang,” kata Ma’mun. Yang kemudian disambut ramah, Batia dengan menanyakan apakah Ma’mun dan tim yang ikut sudah makan siang. “Tapi bapak sudah makan siang kan?” demikian percakapan yang terdengar. Keakraban itu terlihat di antara keduanya beserta tim pemenangan dan anggota Polres Banggai.
Setelah percakapan 10 menit itu, Batia langsung menuju ruangan Reskrimsus yang menjadi lokasi pemeriksaan. Berdasarkan keterangan yang berhasil dihimpun di Polres Banggai, kedatangan keduanya untuk menjalani pemeriksaan sebagai saksi atas dugaan money politics yang dilakukan salah satu paslon dengan nomor urut tiga (Win-Star).
Hal itu ditegaskan kembali Wakil Sekretaris Koalisi Mutiara Banggai, Zulharbi Amatahir. Sekretaris partai Nasdem itu mengungkapkan keduanya diperiksa sebagai saksi korban dari dugaan money politics yang dilakukan salah satu paslon.
”Jadi dari investigasi yang dilakukan tim, ditemukan ada beberapa hal yang janggal. Seperti di kecamatan Toili dan sekitarnya, karena ada dugaan politik uang disana. Menurut kita ini perlu diseriusi,” kata Zulharbi.
Salah satu yang ditemukan tim investigasi koalisi Mutiara Banggai ialah pembagian kartu sahabat Win-Star. Menurut mereka, dalam pembagian kartu itu ternyata hanyalah modus, sebab pada H-3 voting day ada kompensasi kepada sejumlah penerima kartu berupa sejumlah uang. “Hal itu yang membuat kita ambil langkah untuk menuntut. Kita ingin demokrasi berjalan baik. Makanya, kita menempuh jalur hukum yang sudah disediakan,” tegasnya.
Tim investigasi mengajukan sejumlah temuan sebagai bukti awal dan referensi penyidik untuk mengambil tindakan. Bukti-bukti tersebut berupa kartu sahabat Win-Star beserta sejumlah uang dan keterangan saksi. “Bukti itu yang menjadi keyakinan kami mengajukan laporan ini. Laporan dari tim investigasi mengungkapkan ada beberapa saksi yang kebetulan adalah relawan mereka (Win-Star, red), mengaku mendistribusikan sejumlah uang untuk kebutuhan voting day dari paslon nomor urut tiga. Bukan cuma itu, ada surat pernyataan bermeterai, bahkan videonya,” ungkap Zulharbi. Meski telah melakukan pemeriksaan terhadap paslon Mutiara, pihak kepolisian masih enggan membeberkan apa yang menjadi materi pemeriksaan. Kapolres Banggai AKBP Jamaluddin Farti saat dikonfirmasi mengungkapkan mereka belum bisa memberikan keterangan. Sebab, hal itu masih dalam tahap penyelidikan. “Udah tadi kan? Ya itu dia, baru pemeriksaan. Nanti ajah ya,” imbuhnya saat ditemui usai sertijab Kacabjari Bunta di Kejaksaan Negeri Luwuk.
Berdasarkan keterangan Kasat Reskrim, AKP Karel A Paeh, Senin (14/12) lalu, terdapat tiga laporan yang diajukan tim koalisi Mutiara Banggai. Keseluruhannya terkait dugaan money politics dari paslon Win-Star, dengan pelapor atas nama Zulharbi Amatahir. Laporan yang pertama atas kasus dugaan politik uang itu terjadi di Desa Lonas dan Boras, Kecamatan Mantoh. Laporan kedua terjadi di wilayah Desa Minakarya Kecamatan Moilong, Desa Pasir Lamba Kecamatan Toili Barat dan Desa Nonong Kecamatan Batui. Sedangkan laporan ketiga di wilayah Kelurahan Soho Kecamatan Luwuk.(van)

About uman