Home » Banggai Laut » Status Kemiliteran Kandidat Dipersoalkan
Status Kemiliteran Kandidat Dipersoalkan
Kendati mendapat serangan isu miring terkait persyaratan pencalonannya, paslon nomor urut Empat, Wenny Bukamo-Tuty Hamid tak bergeming. Nampak saat pasangan tersebut memasukkan berkas pencalonannya di KPU Balut.

Status Kemiliteran Kandidat Dipersoalkan

BANGGAI – Menyusul hasil  pleno tingkat Kecamatan terkait perolehan suara pilkada Balut yang ditengarai bakal dimenangkan pasangan calon nomor urut Empat, Drs. H. Wenny Bukamo-Dra. Hj. Tuty Hamid, berbagai isu menyangkut keabsahan persyaratan calon pemenang pilkada ini mulai terdengar santer.
Disebutkan sebagai anggota TNI dari satuan Angkatan Udara, surat keputusan purnawira Drs. H. Wenny Bukamo terdapat sejumlah kejanggalan.
Isu ini menjadi hal yang cukup serius karena agaknya berhembus langsung dari markas pemenangan tiga paslon lain peserta pilkada Balut.
Dari kubu Musir A. Madja-Akhmad Buluan misalnya. Pada Sabtu (12/12, paslon nomor urut Tiga ini merilis pernyataan yang meragukan keabsahan SK pemberhentian Letkol. Wenny Bukamo dari kesatuannya.
Berdasarkan bukti SK yang dilampirkan oleh yang bersangkutan dalam dokumen persyaratan calon, menurut Musir terdapat beberapa hal yang patut dipertanyakan.
“Kami menilai SK ini janggal dan perlu diadakan penelitian mendalam terkait keabsahannya,” kata dia.
Hal senada dipaparkan pula oleh Sofyan Kaepa yang menduga penerbitan SK dimaksud terkesan tidak sesuai kebiasaan yang berlaku dalam kemiliteran.
“Yang kami lihat SK tersebut ditanda tangani oleh Kepala Staf AU bukan Panglima, padahal untuk pangkat  Perwira Menengah seperti beliau (Wenny Bukamo, red) dibutuhkan persetujuan Panglima dalam proses pengunduran diri,” tutur Sofyan.
Dia juga mengaku telah melacak keberadaan nomor anggota 288 milik Wenny dalam data website Angkatan Udara. Dan nomor tersebut belum ditemukan pada catatan anggota yang telah diipensiunkan.
Keterangan ini dibantah langsung kubu Wenny Bukamo. Beberapa anggota timnya yang ditemui menyatakan bahwa berbagai isu yang dihembuskan tersebut tidak berdasar dan terkesan dipaksakan.
“Saya kira ini pernyataan orang yang tidak siap kalah dalam pertarungan,” ujar mereka.
Dijelaskan bahwa sebagai anggota militer, adalah hal yang tidak mungkin jika pencalonan sang kandidat bermasalah lantas tidak ada tindakan dari kesatuannya. Hal ini hanya berarti, lanjut sumber bahwa SK pensiun (Purnawirawan) tersebut sudah sah dan sesuai prosedur yang berlaku.
“Kami tidak mau berdebat, silahkan tanya KPU saja. Yang jelas sampai saat ini tidak ada masalah atau teguran dari pimpinan Angkatan Udara terkait pencalonan beliau,” ujar Anwar, pentolan tim pemenangan Wenny-Tuty.
Sampai berita ini naik cetak, Wenny Bukamo belum berhasil dikonfirmasi. Namun dari amatan Luwuk Post, suasana markas pemenangan paslon nomor empat nampak tenang-tenang saja dan tidak merasa terganggu dengan aktifitas pasangan calon lainnya. (Sbt)

About uman