Home » Ampana » Penyaluran Bantuan Dinilai Tidak Tepat Sasaran
Penyaluran Bantuan Dinilai Tidak Tepat Sasaran
Muhamad Arsyad

Penyaluran Bantuan Dinilai Tidak Tepat Sasaran

AMPANA – Pemerintah daerah (pemda) Tojo Una-una dinilai belum maksimal mengurangi angka kemisikinan. Sebab, dari anggaran yang digelontorkan sekira Rp 1,3 miliar, penurunan  persentase dari 20,61 persen tahun 2013 hanya 19,58 tahun 2014.
Ketua Komisi III DPRD Tojo Una-una, Zaial Lapangandong menilai, tidak maksmalnya penurunan angka kemiskinan tersebut diakibatkan penyaluran bantuan yang tidak tepat sasaran. “Kemungkinan besarnya begitu,” ujar Zainal, kemarin (14/12).
Sementara itu, Sekretaris Bappeda dan PM, Muhamad Arsyad mengakui, dari 13 kabupaten/kota di Sulawesi Tengah secara persentase paling tinggi. Namun, jika dilihat dari kuantitas masih bagus ketimbang Kabupaten Donggala dan Parigi Moutong. “Kalau bisa dibilang prihatin iya,” ujar Arsyad, kemarin.
Hanya saja, Arsyad menilai, pengurangan angka kemiskinan sejak 10 tahun terakhir cukup besar, dari sekira 32 persen kini menurun menjadi 19, 58 persen. “Kalau dibilang keberhasilan bisa juga, tapi kita harus akui belum maksimal,” katanya.
Arsyad memaparkan, lima tahun ke depan pemberantasan kemiskinan menjadi prioritas. Solusinya, dengan menggerakan sektor pendidikan, kesehatan, pertanian, perikanan dan kelautan, serta pariwisata. “Dan yang paling mendukung itu semua infrstruktur,” urainya. (ali)
Hanya saja, Arsyad belum dapat merinci total anggaran yang akan digelontorkan tahun 2016 nanti. Namun, dipastikaan meningkat karena anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) ikut naik. “Dana DAK ikut meningkat dan orientasinya ke kemiskinan,” katanya.(ali)

About uman