Home » Metro Luwuk » Kapolres Kawal Demo ‘Mutiara’
Kapolres Kawal Demo ‘Mutiara’
Kapolres Banggai AKBP Jamaluddin Farti bersama sejumlah perwira polisi saat ikut long march dari Jalan Maleo hingga tugu Adipura bersama massa aksi damai tim Mutiara, Senin (14/12).

Kapolres Kawal Demo ‘Mutiara’

LUWUK-Perhitungan suara hasil voting day, 9 Desember 2015 dalam Pilkada Banggai belum final. Tapi sejumlah pihak mulai merasakan dampak kekalahan itu. Seperti pasangan calon Ma’mun Amir – Batia Sisilia Hadjar atau yang dikenal dengan tagline Mutiara, Senin (14/12). Paslon dengan nomor urut 2 itu terkesan tidak terima dengan keunggulan sementara pasangan Herwin Yatim – Mustar Labolo (Win-Star).  Mereka kemudian melakukan aksi damai dengan melakukan long marc di dalam kota dan menuntut penyelenggara menghentikan penghitungan sementara, sebab tim Win-Star tidak fair.
Orator aksi, Ramli menyebut tim Win-Star menggunakan cara-cara kotor dalam pertarungan Pilkada, yakni dengan menggunakan politik uang. Hal itu dikatakan berdasarkan temuan tim pemenangan Mutiara di beberapa wilayah. Tak hanya itu, mereka juga menuntut agar calon bupati Herwin Yatim dipidana karena telah melanggar aturan yang berlaku dengan masuk ke wilayah TPS saat perhitungan suara berlangsung. Total ada enam tuntutan massa aksi damai, Senin kemarin. Selain menuding tim Win-Star menggunakan politik uang, mereka juga meminta menghentikan perhitungan sementara suara di KPU. Kemudian meminta pasangan Win-Star didiskualifikasi. Mendesak pihak kepolisian untuk mengusut tuntas dugaan politik uang yang dilakukan paslon tersebut. Serta adanya transaksi mencurigakan sebesar Rp40 miliar pada tanggal 27 November 2015 dan tanggal 2 Desember 2015 di Bank Sulteng dan BRI Cabang Luwuk. Usut tuntas aliran dana ke KPPS yang berlaku curang serta desakan kepada Panwasli yang dituding sudah masuk angin.
Mendengar orasi itu, Kapolres Banggai langsung mengambil alih mike dan mengungkapkan polisi dan TNI hingga saat ini masih tetap netral. Aparat penegak hukum terus melakukan pemantauan terhadap hasil Pilkada. Ia mengaku tidak melarang bagi siapa saja yang melakukan aksi damai. Hanya saja, Ia menghimbau untuk tidak menghina atau menghujat apalagi memprovokasi massa aksi untuk berbuat anarkis saat demo. “Mari kita jaga kamtibmas di daerah ini, kalau ada temuan kecurangan silahkan laporkan ke Panwas atau Polres, kita siap 24 jam. Kalau nanti ada polisi yang berpihak laporkan saya akan tindaki dia,” ujarnya yang kemudian disambut tepuk tangan massa aksi di depan Polres Banggai.
Saat massa bergerak ke arah Tugu Adipura, Kapolres ikut bersama pendemo dengan berjalan kaki hingga di tugu Adipura Luwuk.  Massa aksi tetap terkendali, namun beberapa diantaranya terdengar melontarkan kalimat yang tidak sedap terdengar mengenai pribadi dari keluarga salah satu paslon Win-Star, meski demikian tidak ada pengguna jalan yang terprovokasi. Amatan Luwuk Post, aksi tersebut berlangsung aman, hingga hujan turun ketika massa terkosentrasi di kantor Panwasli dan akhirnya membubarkan diri. Jadwal semula yang direncanakan, aksi tersebut berakhir di kantor KPU terpaksa batal karena massa sudah memisahkan diri akibat hujan.(van)

About uman