Home » Torang p Sekolah » Takjub, Education Specialist Kunjungi SDN Buon
Takjub, Education Specialist Kunjungi SDN Buon
Specialis education La Sunra (Tengah,red) saat mengunjungi dan meninjau langsung SDN Buon Sabtu (12/12), nampak La Sunra bersama Kepsek Dena Lamato dan sejumlah gurunya.

Takjub, Education Specialist Kunjungi SDN Buon

Sebagai Kepala Sekolah (Kepsek) tentunya harus semangat dalam membangun ditempat tugasnya, demikian juga dengan dilakukan Dena Lamato, Kepsek SDN Buon, sarana pendidikan yang terletak di kecamatan Luwuk Utara.

CATATAN : Fajri Rahmadhani/Luwuk Post
Sebuah kendaraan jenis Avansa berwarna hijau baru saja parkir di halaman Sekolah Dasar Negeri (SDN) Buon Sabtu (12/12). Tak lama kemudian keluarlah seorang wanita berjilbab yang mengenakan seragam pramuka lengkap dengan senyum khasnya, ia adalah Kepsek disekolah tersebut, Dena Lamato, yang baru beberapa bulan dilantik bersama Kepsek lainnya.
Tidak saja Dena saja dalam kendaraan tersebut, beberapa saat kemudian keluar juga seorang pria dengan mengenakan kemeja biru bergaris, ia adalah specialis education La Sunra.
Wajahnya dipastikan tidaklah terlalu akrab dimata masyarakat Banggai, karena sesuai dengan statusnya yang bisa juga dijuluki sebagai konsultan pendidikan, ia kerap berkeliling disejumlah tempat di pulau Sulawesi untuk memberikan materi dan juga melaporkan ke pusat ketika ada sekolah yang memerlukan bantuan.
Namun yang menjadi pertanyaan, mengapa La Sunra mengunjungi SDN Buon? Saya pun langsung menanyakan maksud bertandang disekolah Dena Lamato. “Waktu sosialisasi kemarin, beliau (Dena,red) mngungkapkan, kalau ia Kepsek baru diangkat, tapi memiliki sejumlah kendala, seperti kondisi gurunya yang masih kurang dan beberapa masalah yang dihadapinya, olehnya disitu saya tertarik datang kesini,” tutur pria berdarah bugis ini.
La Sunra mengaku, kedatangannya ke SDN Buon tidak lain ingin melihat implementasi indikator pemenuhan Standar Pelayanan Minimal (SPM) yang telah dilakukan oleh Kepsek bersama gurunya selama ini. “Saya lihat Kepseknya baru 3 bulan, tetapi sudah melakukan perubahan untuk memenuhi pemenuhan SPM,” terangnya.
Ia mengaku, perubahan yang dilakukan oleh Dena bisa dikatakan sangat menarik. “Karena memberlakukan guru piket secara berganti-ganti, yang bertanggung jawab sebagai pembina upacara, bertugas membunyikan bel masuk kelas, mengecek kegiatan belajar mengajar hingga membunyikan bel jam pulang, saya kira ini managemen bagus,” tandasnya.
Tak itu saja, sejumlah RKB juga sudah dilakukan pengecatan untuk memberikan gairah semangat belajar siswa. “Saya kira ini lumayan maju, meski belum dipenuhi smua, tapi sdah ada upaya ke arah sana (SPM,red) dan itu penting,” tegasnya. Meski ia tidak seratus persen menjanjikan SDN Buon akan segera mendapat bantuan, namun La Sunra berpesan kepada Dena Lamato agar terus berbenah seperti memperbanyak buku referensi, yang sesuai dengan aturan minimal 100 judul. “Itu memang harus dipenuhi meski masih banyak sekolah melakukannya,” ungkapnya. Semoga saja menurutnya, semangat Dena Lamato dalam memajukan pendidikan di SDN Buon tidak kendur, hingga terus berkembang dan nantinya bisa bersaing dengan sekolah lain. ” Saya akan coba meramu dan akan mengirimkan profil SDN Buon ke Jakarta, kiat-kiat apa yang sudah dilakukan, apa indikatornya, karena meski jauh dari kota, apa yang dilakukan SDN Buon sudah bagus,” pungkasnya. (*)

About uman