Home » Ekonomi » Nelayan Masi Gunakan Bom Ikan
Nelayan Masi Gunakan Bom Ikan
Penangkapan ikan dengan menggunakan bom masih sering dilakukan nelayan di beberapa wilayah, hususnya di kecamatan Pagimana. hal itu dapat terlihat dari aktifitas nelayan saat mengumpulkan hasil tangkapan dari bom ikan, Minggu (13/12).

Nelayan Masi Gunakan Bom Ikan

LUWUK-Penangkapan ikan dengan menggunakan bom masih sering dilakukan oleh nelayan di desa Jaya Bakti Kecamatan Pagimana. Terbukti, omset dari penangkapan ikan dengan menggunakan bom lebih tinggi dibandingkan penangkapan dengan menggunakan jala atau pun kail.
Selain itu, tingginya permintaan pasar terhadap ikan karang yang semakin meningkat membuat cara ilegal ini dijadikan salah satu alternatif nelayan paling praktis untuk mendapatkan hasil yang lebih banyak. “Hasil dari menangkap ikan dengan menggunakan bom lebih banyak dibandingkan dengan menjala. Terlebih lagi, modal yang diperlukan untuk membom ikan lebih sedikit. Selain itu, masyarakt lebih memilih ikan bom karena nelayan tidak menetapkan harga tinggi,” ungkap Apri, salah satu nelayan jaya bakti, Minggu (13/12).
Terlepas dari aturan yang telah ditetapkan terkait larangan terhadap nelayan yang menangkap ikan menggunakan bom, hal itu tidak dihiraukan sama sekali oleh nelayan. “Sebenarnya kamii takut juga menangkap ikan menggunakan bom. Namun, hal ini sudah menjadi pilihan kami. Sekarang, coba lihat ekonomi nelayan yang sampai saat ini masih menggunakan jala, pendapatan mereka boleh dikatakan sedikit. Belum lagi modal yang dikeluarkan mereka untuk membeli jala atau memperbaiki jala yang  rusak, jelas modalnya tidak sedikit. Dengan menggunakan bom, kami tidak harus mengeluarkan modal yang terlalu banyak. Cukup  modal 20 ribu untuk membuat bom, hasilnya bisa mencapai 40 sampai 50 kilo ikan karang sekali melaut,” pungkasnya.
Selai itu, tambah Apri, jenis ikan yang ditangkap menggunakan bom berbeda dengan jenis ikan dengan menggunaka jala. Ikan yang ditangkap menggunakan bom rata-rata adalah ikan karang dan boleh dikatakan ikan-ikan tersebut adalah ikan kelas. “Kalau jenis ikan yang ditangkap menggunakan jala, kebanyakan hanya ikan-ikan malalugis dan deho saja. jadi, kalau harga ikan jala dan ikan bom disandingkan, jelas masyarakat akan lebih memilih ikan bom,” jelasnya.
Selain resiko tinggi dan melanggar hukum, penangkapan ikan dengan menggunakan bom juga beresiko besar terhadap kelangsungan hidup ikan dan biota laut lainnya. Untuk itu, penagkapan ikan dengan menggunakan cara ini harus segera dihentikan. Namun, hal itu tidak akan terealisasi tanpa peran aktif pemerintah dan aparat dalam mengawasi dan menindaki nelayan yang sampai sekarang masih melakukan penangkapan ikan dengan cara ilegal tersebut. (tr-35)

About uman