Home » Berita Utama » Pilkada Banggai Terindikasi Curang
Pilkada Banggai Terindikasi Curang
Tim pemenangan calon bupati Ma'mun Amir dan calon wakil bupati Batia Sisilia Hadjar melaporkan indikasi money politik yang dilakukan pasangan calon nomor urut tiga Herwin Yatim-Mustar Labolo ke Panwaslih Kabupaten Banggai, Jumat (11/12).

Pilkada Banggai Terindikasi Curang

LUWUK-Hanya karena ingin merebut kekuasaan  di daerah ini, pasangan calon bupati Herwin Yatim dan calon wakil bupati Mustar Labolo diduga mengekploitasi pilihan rakyat dengan cara-cara diluar kepantasan berdemokrasi.
Klaim keunggulan pasangan dengan tagline Win-Star itu dicederai dengan membeli suara rakyat senilai  Rp  50 ribu perorang. Fakta tersebut terungkap setelah tim pemenangan pasangan calon bupati Ma’mun Amir dan calon wakil bupati Batia Sisilia Hadjar menemukan bukti adanya money politik pada pilkada Banggai yang diduga kuat dilakukan pasangan calon nomor urut tiga Herwin-Mustar.
“Seperti yang sebelumnya kami sampaikan bahwa ada praktek kecurangan dalam bentuk money politik pada pilkada Banggai, hari ini kami buktikan bahwa money politik itu dilakukan oleh pasangan calon nomor urut tiga,” tandas Wakil Sekretaris  Koalisi Mutiara Banggai Zulharbi Amatahir usai melaporkan praktek money politik yang dilakukan paslon nomor tiga pada Panwaslih Kabupaten Banggai, Jumat (11/12).
Ia menyatakan, laporan yang disampaikan ke Panwaslih adalah praktek money politik yang dilakukan paslon nomor urut tiga di Kelurahan Soho, Kecamatan Luwuk.
Dalam laporan dengan nomor register 23/LP/Pilkada/XII/2015 tanggal 11 Desember 2015, pelapor Bustamin selaku tim pemengan Mutiara melaporkan AN Nonsi yang memberikan uang senilai Rp 50 ribu pada empat warga di kelurahan tersebut.
Dalam laporan tersebut, warga diberikan uang dengan konpensasi agar memilih paslon nomor tiga, sehari sebelum voting day 9 Desember 2015 lalu. Barang bukti berupa uang pecahan Rp 50 ribu saat ini tengah berada di Panwsalih Banggai. Keempat warga tersebut telah membuat pengakuan diatas materei.
“Laporan ini bagian pertama yang kami sampaikan ke panwaslih, masih banyak lagi laporan money politik yang dilakukan paslon nomor urut tiga di sejumlah wilayah. Perbuatan ini dilakukan paslon nomor urut tiga secara masif,” tandas Zulharbi.
Terpisah, Anggota Panwaslih Kabupaten Banggai Boby Dayanun membenarkan adanya laporan tim pemenangan Mutiara terkait money politik yang dilakukan paslon nomor urut tiga Herwin-Mustar.
“Laporannya sudah masuk, materinya sedang kami dalami apakah masuk dalam sengketa pilkada, pelanggaran, pidana pilkada atau pelanggaran administrasi. Semuannya masih didalami, kami juga akan memanggil saksi dan terlapor untuk diklarifikasi,” tutur Boby, Jumat (11/12).
Money politik yang dilakukan pasangan Win-Star ini diluar dugaan. Pasalnya di setiap kampanye calon bupati Herwin Yatim kerap menyuarakan menolak adanya politik uang yang diberikan pada rakyat. Pernyataan yang sama juga pernah disampaikan calon wakil bupatinya Mustar Labolo. (bd)

About uman