Home » Berita Utama » Hasrin Sebut Wakil Rakyat tak Serius
Hasrin Sebut Wakil Rakyat tak Serius
Hasrin Rahim, Ketua Tim Pergerakan Masyarkat Sultim Bersatu ketika menunjukkan bukti berkas persetujuan 6 bupati atas pembentukan Provinsi Sulawesi Timur, Jumat (11/12).

Hasrin Sebut Wakil Rakyat tak Serius

LUWUK– Ketua Tim Pergerakan Masyarakat Sultim Bersatu, Hasrin Rahim menuding belum terbentuknya Provinsi Sulawesi Timur dengan ibu kota Luwuk akibat ketidakseriusan para wakil rakyat di DPRD Sulawesi Tengah. Padahal,  berbagai persyaratan telah dilengkapi, namun masih terbentur rekomendasi DPRD provinsi.
“Setiap kali paripurna mereka hanya bilang belum lengkap dan langsung menutup pertemuan tanpa memberi kesempatan kami bicara, inikan ada apa?” terangnya, Jumat (11/12) kemarin di Tugu Adipura Luwuk saat aksi damai.
Hasrin menyebut sejumlah aleg di DPRD Sulteng tidak ingin Sultim terbentuk. Bahkan, ia menyebut salah satu wakil Kabupaten Banggai, Sri Lalusu sebagai seorang pembohong. Alasannya, Sri kerap menebar pernyataan bahwa siap mendukung Sultim. Namun, setiap kali paripurna di DPRD Provinsi Sulteng, aleg perempuan itu selalu menghilang.
“Omong kosong semua mereka itu. Bilang mau dukung  padahal paripurna dia tinggalkan tempat, itulah Sri Lalusu. Jadi cuma carita saja itu tapi omong kosong. Sultim hanya mereka jadikan komoditi politik,” tandasnya.
Hasrin juga mengungkapkan beberapa kali penolakan terhadap pengajuan mereka untuk permintaan rekomendasi itu tidak membuatnya patah arang. Namun, pertanyaannya saat semua kelengkapan persyaratan pembentukan Sultim selesai DPRD Provinsi Sulteng malah menyodorkannya proposal. “Intinya mereka minta duit sebesar Rp743 juta. Katanya untuk mengkaji ulang berkas  tapi apalagi yang mau dikaji, kita sudah kantongi kajian akademis juga. Bahkan peta dengan persetujuan gubernur tetangga sudah ada. Jadi apalagi yang mau dikaji?” kesalnya.
Dikejar soal siapa yang meminta duit? Hasrin menyebut aleg tersebut adalah Aminudin Ponulele. Permintaan itu dibalut dengan alasan akan mengkaji ulang persyaratan yang diajukan. Namun, menurut Hasrin itu hanyalah akal-akalan saja.
“Intinya mereka tidak serius berjuang untuk Sultim. Mereka tidak serius menjalankan amanah rakyat. Sultim menurut mereka hanya komoditi politik. Tapi bagi saya tidak. Sudah banyak uang saya korbankan, matipun saat ini saya siap,” tegasnya.
Saking tersinggungnya dengan permintaan sejumlah uang itu, Hasrin mengaku sempat mencak-mencak di kantor DPRD Provinsi Sulteng. Bahkan, bukti permintaan itu sudah disampaikannya ke Kapolda Sulteng sebagai bentuk kekesalannya. Saat ini, ia bersama pemuda dan masyarakat yang masih menanti terbentuknya Sultim memberi waktu dua minggu kepada aleg provinsi Sulteng untuk mengeluarkan rekomendasi itu.
“Tunggu saja, kita akan terus melakukan aksi seperti ini. Tapi sampai tidak ada dalam dua minggu, maka kami akan tunjukkan kekuatan rakyat itu. Sudah cukup kami menunggu 14 tahun, jangan bohongi kami lagi,” tandasnya lagi.
Amatan Luwuk Post, aksi damai sebagai bentuk protes terhadap DPRD provinsi dan permintaan dukungan rakyat di depan Tugu Adipura, Jumat (11/12) sekira pukul 14.00 Wita itu cukup menarik perhatian pengguna jalan. Tidak sedikit yang berhenti hanya untuk mendengarkan orasi yang disampaikan terkait beberapa kali penolakan pemberian rekomendasi oleh sejumlah aleg provinsi. Kegiatan itu juga mendapatkan pengawalan ketat dari anggota Polres Banggai dan Brimob Kelapa Dua Jakarta yang ditugaskan melakukan pengamanan Pilkada Banggai. (van)

About uman