Home » Banggai Laut » Pasca Pilkada, Balut Rawan Konflik
Pasca Pilkada, Balut Rawan Konflik
Kalangan DPRD berharap KPU Balut dapat menjaga dan mempertahankan netralitas dan sikap profesional dalam menangani pilkada. Ini untuk menjaga terjadinya konflik horizontal antar sesama pendukung.

Pasca Pilkada, Balut Rawan Konflik

BANGGAI – Pasca pilkada, suhu politik terutama dalam kota Banggai ibarat api dalam sekam. Dikhawatirkan, dengan sedikit pemicu saja konflik horizontal yang berdampak luas dapat saja terjadi.
Hal ini disebabkan karena perolehan suara pada masing-masing kandidat sangat rapat dengan tingkat perbedaan tipis yakni hanya berselisih dikisaran angka ratusan suara.
Kalangan anggota DPRD Balut turut angkat bicara terkait kondisi ini. Menurut sebagian mereka, dengan selisih perolehan suara seperti ini dibutuhkan keberanian dan sikap tegas dari KPUD selaku institusi penyelenggara yang paling berkompeten untuk menjaga sikap netralitasnya dalam mengeluarkan keputusan dan kebijakan.
Senada dengan itu, ketua DPRD, Richard Manuas menyatakan pilkada kali ini adalah medan ujian yang menentukan bagi KPUD Balut. Menurutnya, sedikit saja ada kesan penyelenggara pilkada tidak netral dalam bersikap niscaya akan menyulut konflik yang sulit dikendalikan.
“Ini kesempatan pertama Banggai Laut mengadakan pilkada. Kualitas pemilu hari ini akan menentukan mutu penyelenggaraan pemilu di masa mendatang,” ujarnya.
Untuk itu, Richard berharap KPUD harus profesional dan netral terutama saat penetapan hasil pilkada nanti, menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.
“Setiap upaya inkonstitusional pasti akan ketahuan karena setiap pasangan calon tentu memiliki data akurat bersumber dari formulir C1 dari tiap saksi,” imbuhnya. (Sbt)

About uman