Home » Metro Luwuk » Korupsi Pelabuhan Berlanjut, Air Bersih Dihentikan
Korupsi Pelabuhan Berlanjut, Air Bersih Dihentikan
Palupi Wiryawan SH, Jaksa Fungsional Cabjari Pagimana (kiri) bersama Kasi Pidsus IBK Wiadnyana SH (tengah) dan Kasi Intel Kejari Luwuk saat memberikan keterangan terkait sejumlah kasus korupsi yang tengah ditangani Kejaksaan, Kamis (10/12).

Korupsi Pelabuhan Berlanjut, Air Bersih Dihentikan

LUWUK-Empat penyidikan yang tengah ditangani Cabang Kejaksaan Negeri (Cabjari) Luwuk di Pagimana, dua diantaranya telah masuk agenda tuntutan di Pengadilan Negeri Tipikor Palu. Kemudian, satu dugaan korupsi lainnya yakni pengadaan fasilitas pelabuhan Pagimana, masih dalam tahap penyidikan. Serta, dugaan korupsi air bersih desa Asaan, yang sudah dihentikan dengan alasan tidak cukup bukti.
“Dugaan korupsi air bersih Pakowa dan kandang ternak Sepa sudah masuk tahap penuntutan, dan untuk dugaan korupsi air bersih desa Asaan sudah dihentikan karena tidak cukup bukti,” terang Palupi Wiryawan SH, Jaksa Fungsional Cabjari Pagimana, Kamis (10/12) dalam konferensi pers Kejaksaan Negeri Luwuk dalam rangka memperingati hari anti korupsi, 9 Desember 2015.
Ia menjelaskan pada kasus dugaan korupsi pengadaan fasilitas pelabuhan Pagimana hingga saat ini masih berlanjut. Hanya karena keterbatasan personil dan waktu, sebab dua kasus yang sama tengah dilaksanakan di Kota Palu, sehingga kasus tersebut untuk sementara belum berjalan baik. Akan tetapi Ia memastikan dalam perkara itu sudah ada tersangkanya. Namun, ketika dikejar siapa saja tersangkanya, Palupi enggan menanggapinya. Ia beralasan, sejatinya informasi itu diberikan langsung Kepala Cabjari Pagimana, Thoriq Mulahela SH. “Yang pasti masih berjalan dan sudah masuk tahapan penyidikan,” imbuhnya.
Diketahui, awal tahun 2015 lalu, dua kasus tersebut sejatinya telah diulas Kacabjari Pagimana. Bahkan, dugaan tindak pidana korupsi pada proyek pembangunan sarana air bersih di Desa Asahan, Kecamatan Pagimana, tahun anggaran 2014 dengan sumber dana  dari DAU pada Dinas Cipta Karya, telah dimulai penyidikannya sejak tanggal 12 Januari 2015, dengan nomor surat perintah penyelidikan; Print-02/R.2.11.9/Fp.1/01/2015. Belakangan kasus tersebut memang gencar disebut sejumlah pihak bahwa sudah dihentikan. Sebab menurut sejumlah pihak, kerugian negara dalam perkara itu sudah tidak ditemukan, karena pihak pelaksana telah mengembalikan 100 persen anggaran proyeknya. Kasus air bersih Asaan bersamaan dengan dugaan korupsi proyek pengadaan kandang ternak di Desa Sepa, yang kini tengah disidangkan di PN Tipikor Palu. “Dari dua penyelidikan itu telah ditemukan dua alat bukti yang cukup, dan menunjukkan adanya tindak pidana korupsi dalam proses pengerjaannya,” jelas Thoriq, Minggu (15/2) silam.
Ketika itu Ia juga mengumumkan bahwa ada sekira 9 orang calon tersangka. Namun, belakangan hal itu berubah dan diduga karena adanya pengembalian anggaran proyek, sehingga tidak terdapat lagi kerugian negaranya. (van)

About uman