Home » Torang p Sekolah » Guru Jangan Terbiasa Demo
Guru Jangan Terbiasa Demo
Rahcmisani Sangkota

Guru Jangan Terbiasa Demo

LUWUK-Adanya aksi oleh sejumlah guru di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 7 Inpres Bertingkat (IB) beberapa waktu lalu mengundang reaksi dari Wakil Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Rachmisani Sangkota.
Ia mengaku, kewajiban utama guru ialah mendidik dan membimbing siswa, bukan memberi contoh yang tidak baik, dengan melakukan aksi yang sama sekali tidak ada dalam aturan Aparatur Sipil Negara (ASN). “Guru jangan terbiasa demo-demo dengan Kepsek, itu karakter yang tidak bagus, apalagi anak-anak di minta membawa spanduk itu tidak bagus,” tuturnya Kamis (10/12).
Rachmi mengaku, apa yang telah dilontarkannya ini bukan karena latar belakang statusnya sebagai wakil ketua PGRI, namun menuurutnya, siapapun yang melihat aksi yang sampai melibatkan siswa, tentu akan kesal. “Jangan ada guru yang jadi provokator, tolong koreksi diri dan siapa dia, guru tugasnya sebagai apa, apakah tidak pernah berbuat salah, tidak pernah khilaf,” tambahnya.
Apalagi menurutnya, Kepsek yang didemo itu yakni Nurijati Lasadam, tidak dalam kondisi sehat. “Apalagi ini ibu Kepsek (Nurijati,red) sementara terbaring (sakit,red),” terangnya sembari mengusap air mata.
Rachmi juga membantah tudingan bahwa dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di SDN 7 Luwuk sebanyak Rp 66 juta, sudah digunakan untuk membangun Ruang Kelas Belajar (RKB) di SDN Pembina Luwuk. “Guru yang menyatakan dana BOS dipake di SDN Pembina Luwuk itu tidak benar, jangan menjual-jual SDN Pembina,” tegasnya.
Ia juga meminta, kepada seluruh guru di Kabupaten Banggai jika tidak senang dengan kepemimpinan Kepsek, agar tidak bersifat arogan, tetapi datang baik-baik kepada Kepsek dan mempertanyakan apa yang menjadi kejanggalan. “Saya minta kepada guru jangan pernah memasang baliho atau selebaran, kalo yang ingin demo lebih baik datang saja ke SDN Pembina, atau kalau tidak betah disekolahnya datang keseini saja, guru disini (SDN Pembina kurang,” pungkasnya. (ajy)

About uman