Home » Politik » Alwin Anggap Saling Klaim Itu Normal
Alwin Anggap Saling Klaim Itu Normal
Alwin Palalo

Alwin Anggap Saling Klaim Itu Normal

LUWUK—Meski dinilai berpotensi konflik, namun bagi Ketua Panwasli kabupaten Banggai, Alwin Palalo, fenomena saling klaim kemenangan antar kubu paslon justru dianggap hal normal. Kondisi tersebut, meniurut dia, berdampak positif terhadap proses demokrasi di daerah ini.
“Itu menjadi salah satu tanda proses demokrasi Banggai kian membaik. Sebab sebagian besar masyarakat mempersoal perolehan suara paslon artinya, selama proses pengitungan hingga quick count rakyat turut memonitoring dan melakukan pengawasan,” jelas Alwin, Kamis (10/12).
Dengan begitu, pergerakan oknum yang berniat bermain curang semakin sempit. Sebab, setiap data hasil pengitungan suara di awasi rakyat langsung. Meski demikian, diakuinya, saling klaim kemenangan berdampak terhadap psikologis masyarakat yang ingin mencari referensi valid untuk mengetahui keunggulan suara salah satu paslon.
“Sebab, saat ini KPU terus mengimput data C1 dari TPS secara berjenjang ke website resmi. Sementara masing-masing kubu sudah melakukan quick count berdasarkan dokumen C1 para saksi. Mengapa perolehan masing-masing paslon berbeda, bisa jadi C1 yang dimasukan pertama berasal dari TPS dimana paslon tersebut unggul dengan persentase TPS yang belum mencapai 100 persen,” jelas Alwin.
Jika quick count yang dilakukan seluruh paslon telah mencapai 100 persen dengan hasil yang masih berbeda. Maka, kata Alwin, sebelum menyorot penyelenggara, itulah saatnya pertanggungjawaban saksi kepada user dipertanyakan.
“Apakah saksi itu cermat, akurat dalam menyajikan data dan jujurkah si saksi itu. Itulah mengapa dalam penunjukan saksi diimbau supaya tidak asal-asalan.  Harus orang yang profesional, jujur serta dapat menyakinan data yang akurat serta dapat dipercaya,” tuturnya.
Sementara itu, Alwin juga menyentil soal pelaksanaan voting day Pilkada serentak tahun 2015 yang digelar, Rabu 9 Desember lalu. Dari hasil monitoring pengawasan, Alwin menilai, sejauh ini pelaksanaan voting day berjalan lancar. Memang, lanjut dia, terdapat sejumlah masalah di TPS, namun hal itu tak sampai menghambat pelaksanaan pemungutan dan penghitungan suara.
“Masalah yang kerap ditemui adalah kekurangan logistik surat suara. Kondisi itu dapat disebabkan karena 3 faktor yakni, kecermatan, kelalaian atau kesengajaan. Dari hasil penelusuran, kami menemukan bahwa faktor penyebabnya adalah kelalaian penyelenggara,” kata dia.
Namun, masalah itu tak sampai berlarut hingga berdampak buruk terhadap tahapan Pilkada. Cara mengatasinya adalah, penyelenggara saling berkoordinasi sehingga kekurangan suara di salah satu TPS dapat tertutupi oleh kelebihan suara di TPS lain.
“Itu tak luput dari pengawasan kami. Kami juga telah mencatat setiap ada persoalan semacam itu, pihak kepolisian juga terus melakukan pengawasan dan pengamanan. Jadi Insya Allah sejauh ini tidak ada persoalan,” pungkasnya.(man)

About uman