Home » Torang p Sekolah » Sejumlah Guru Tolak Bantuan DAK?
Sejumlah Guru Tolak Bantuan DAK?
Sejumlah Kepsek dikabarkan menolak bantuan DAK karena khawatir pengerjaannya tidak selesai tepat waktu.

Sejumlah Guru Tolak Bantuan DAK?

LUWUK-Logikanya jika menerima bantuan harus diterima dan disyukuri, namun berbeda dengan sejumlah Kepala Sekolah (Kepsek) mendapatkan bantuan dari Dana Alokasi Khusus (DAK).
Informasi yang dihimpun Luwuk Post, beberapa Kepsek menolak mentah-mentah bantuan DAK, baik itu rehab Ruang Kelas Belajar (RKB) dan pembuatan perpustakaan, karena waktu pengerjaan yang diberikan begitu singkat yakni hanya 2 Minggu. “Bagaimana mo dikerjakan itu RKB kalau waktu yang dikasi cuma 2 Minggu, saat ini saja torang baru susun panitia, nah dibilang jangan sampai menyebrang tahun, berarti waktu cuma sekitar 2 Minggu,” tutur seorang guru yang enggan disebutkan namanya.
Kepsek SDN Buon Dena Lamato yang dikonfirmasi koran ini juga membenarkan akan adanya sejumlah Kepsek yang menolak bantuan DAK tersebut. “Ya dengar kabar begitu karena waktu yang diberikan singkat,” ungkapnya.
Sementara itu, Kabid Dikmen Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Hamka Puasa mengaku, tidak mengetahui masalah tersebut, karena yang menanganginya adalah Kabag Umum Efendi. “Nanti konfirmasi langsung Kabag Umum, pak Efendi,” ungkapnya.
Sebelumnya Kepala Sub Bagian Perencanaan, Jati Arsana mengatakan, ada total 103 sekolah yang mendapatkan bantua rehab, 59 bantuan RKB, 16 bantuan perpustakaan, 38 bantuan alat peraga, 10 alat praktek, 23 TIK, 5 Labolatorium, 19 bantuan seni olahraga kesenian, 130 paket bantuan Buku. “Total keseluruhan anggarannya Rp 33. 499. 260. 000, serta adanya pendamping dari Dana Alokasi Umum (DAU), Rp 3.722.140.000, jadi total anggarannya Rp 37.221.400.000,” pungkasnya. (ajy)

About uman