Home » Ampana » Pedagang Tak Mau Direlokasi, Kondisi Pasar Kian Buruk
Pedagang Tak Mau Direlokasi, Kondisi Pasar Kian Buruk
Bak sampah yang tersedia belum digunakan maksimal karena masih banyak yang berserahkan di jalan dan di sungai. Nampak kondisi sampah, Rabu (9/12).

Pedagang Tak Mau Direlokasi, Kondisi Pasar Kian Buruk

AMPANA – Kondisi Pasar Sentral Ampana kian memprihatinkan. Namun, pedagang tetap ‘ngotot’ tak mau direlokasi sedangkan Dinas Koperasi dan UKM, Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) tetap akan memindahkan lokasi transaksi ekonomi itu.
Ardi seorang pedagang Pasar Ampana mengatakan, rekan-rekannya tetap bertahan di Pasar tradisional itu. Meski kondisinya tidak mampu lagi menampung seluruh pedagang. “Sedangkan di sini saja sepi pembeli. Apalagi, di Pasar Modern itu yang lokasinya cukup jauh,” ujar Ardi, kemarin (9/12).
Sementara itu, dari kalangan konsumen mengaku, masih beta dengan kondisi Pasar Sentral saat ini. “Nyaman kok di sini. Ada tempat parkirnya, tidak jauh seperti di Desa Sansarino sana (lokasi Pasar Modern),” tutur Diana pengunjung pasar yang ditemui kemarin sore.
Secara terpisah, Kepala Bidang Perdagangan Diskumperindag, Alfred Lanu mengakui, hingga kini anggaran untuk kelanjutan pembangunan Pasar Modern tahun 2016 belum jelas. “Kepala Dinas mau ke Jakarta lagi untuk pastikan dana itu,” kata Alfred, Selasa (9/12).
Seperti diketahui, dari total Rp 35 miliar untuk anggaran pembangunan Pasar Modern bariu sekira 14 miliar yang dikucurkan Kemendag pada tahun 2014 lalu. Sehingga tahun ini belum ada pengerjaan untuk kelanjutan.
Pantauan koran ini, kondisi Pasar Ampana memang semakin semrawut. Terhitung, untuk memasuki pasar terdapat sekira tiga akses masuk dan tidak dipungut retribusi. Yang dikeluarkan pengunjung pasar hanyalah ongkos parkir. Padahal potensi pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor tersebut cukup untuk menggenjot APBD Kabupaten Tojo Una-una.
Tak hanya itu saja, jika musim penghujan seperti saat ini, kubangan lumpur tak terhindarkan. Kondisi persampahan pun kian menggunung karena bak yang disediakan hanya satu unit. Itu pun digunakan tidak maksimal karena masih banyaknya kotoran yang jatuh ke sungai yang terletak di sisi kanan pasar.
Dari sisi sarana, los dan petak yang tersedia hanya 248 sementara total pedagang mencapai 524 orang. Akibatnya, pedagang buah pun kini telah berjualan di emperan jalan. (ali)

About uman