Home » Kampus » Harapan Mahasiswa Buat Bupati Terpilih
Harapan Mahasiswa Buat Bupati Terpilih
Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam aliansi mahasiswa saat persiapan aksi damai dalam rangka hari sumpah pemuda (28/10) lalu, di Pelataran Univeristas Muhamadiyah Luwuk.

Harapan Mahasiswa Buat Bupati Terpilih

LUWUK-Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Bupati dan Wakil Bupati telah selesai dilakukan, kemarin (09/12). Walalupun, saling klaim kemenagan, namun siapapun yang akan terpilih sebagai Bupati lima tahun kedepan, harus memperhatikan pendidikan di bumi Babasal ini agar lebih baik.
Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Luwuk (UML), Palupi punya harapan sederhana agar sang Bupati terpilih nantinya bisa memperbaiki sistem pendidikan yang dianggap tak berkualitas. Baginya, peningkatan kesejahteraan pengajar dengan mengucurkan dana yang lebih besar untuk kegiatan pendidikan dari tingkat SD hingga Perguruan Tinggi dari sebelumnya.
Sementara itu, Wakil Ketua BEM Univeristas Tompotika (Untika) Ismanto, Bupati terpilih bisa  memperhatikan kualitas bukan hanya kuantitas. Dan pemerataan pendidikan dari segi pembangunan gedung, fasilitas penunjang hingga tenaga pengajar. “Harus ada pemerataan agar tidak ada perbedaan dalam dunia pendidikan,” tuturnya.
Selaku calon tenaga pendidik, Wahyu Fatur Rahman Ketua Senat Eksekutif Mahasiswa (Sema) FAI UML. Bupati terpilih jangan membutakan mata, bagi mahasiswa yang mempunyai keinginan tinggi untuk merasakan bangku pendidikan. Harus ada perhatian khusus bagi mahasiswa kaum minoritas, baik yang menganyam pendidikan di sekolah negeri maupun swasta. “Jangan sampai Bupati terpilih malah susah ditemui rakyat kecil atau bahkan acuh tak acuh terhadap kaum minoritas,” ungkapnya.
Terpisah, kritikan keras keluar dari Ketua BEM Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UML Saiful Basir. Ia  tidak peduli siapa yang akan menjadi Bupati. Baginya, siapapun yang terpilih punya PR besar untuk dikerjakan. Antara lain, memantau sekolah atau perguruan tinggi yang mengeluarkan kebijakan tanpa mengacu pada peraturan Menpora dan Dikti. Menurunkan harga pendidikan yang kian naik setiap tahunya, bahkan harus ada upaya pendidikan gratis sesuai yang tertera dalam UUD 1945 Bab XIII pasal 31 ayat 1-5.
“Intinya jangan jadikan pendidikan sebagai lahan untuk membodohi untuk mendapatkan pendi-pundi uang. Dan jangan gunakan dunia pendidikan sebagai alat untuk memperkaya kaum kapitalis. Berikan beasiswa bagi mereka yang tidak mampu dari tingkat SD hingga Perguruan Tinggi,” tegasnya. (tr-36)

About uman