Home » Berita Utama » Aminudin Sakiti Hati Rakyat Sultim
Aminudin Sakiti Hati Rakyat Sultim
Baharudin Tjatjo

Aminudin Sakiti Hati Rakyat Sultim

LUWUK—Orasi politik Ketua DPD I Partai Golkar Sulawesi Tengah (Sulteng), Aminudin Ponulele saat kampanye akbar pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng), Rusdi Mastura dan Ihwan Datu Adam (Cudi-Ihwan) di lapangan Persibal Luwuk, Sabtu (5/12) lalu memantik reaksi sejumlah pejuang forum pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) provinsi Sulawesi Timur (Sultim).
Pasalnya, orasi  Aminudin menyampaikan beberapa hal yang terkesan pesimisis atas perjuangan gubernur Sulteng Longki Djanggola dapat merealisasikan DOB Sultim.
Jika benar demikian, menurut tokoh masyarakat yang juga merupakan salah satu tokoh penjuang Sultim, Baharudin Tjatjo, apa yang disampaikan Aminudin telah menyakiti hati rakyat Sultim. Bahkan, pria yang akrab disapa Om Din ini menganggap, Ketua DPRD Sulteng itu juga telah mencederai apa yang menjadi cita-cita rakyat Sultim.
“Apa dasar dan alasannya sehingga muncul pernyataan itu dari Aminudin. Meski saat ini maju sebagai salah satu kandidat Pilkada tapi perjuangan Longki Djanggola selama ini adalah menjawab aspirasi dan desakan seluruh lapisan rakyat Sultim. Ini bukan persoalan kandidat atau partai, tapi itu memang sudah menjadi tugas dan tangung jawab Longki sebagai gubernur Sulteng,” tegas Om Din, Selasa (8/12).
Sejauh ini, lanjut Om Din, perjuangan Longki telah memberi titik terang kepada rakyat Sultim dengan mengeluarkan rekomendasi kepada DPRD Sulteng untuk memparipurnakannya. Bahkan, Longki telah menyatakan secara lisan maupun tulisan siap menggelontorkan anggaran demi terwujudnya DOB Sultim. Secara administrasi, kata Om Din, tak ada persoalan untuk itu. Apalagi beberapa waktu lalu, bupati dan ketua DPRD di 6 kabupaten wilayah cakupan Sultim telah menyatakan sikap dan menyetujui ibu kota Sultim diletakan di kota Luwuk. Dengan demikian, apa yang menjadi kendala pembentukan Sultim selama ini telah terjawab.
“Atas dasar itu gubernur Longki merekomendasikan ke DPRD dengan beberapa item persetujuan yang diantaranya, menyetujui pendanaan Sultim, pelepasan sejumlah aset serta personil. Adalah sesat jika kemudian perjuangan itu dipelitisir hanya sebagai jualan politik untuk kemenangan Longki’s (akronim Longki-Sudarto,red) di wilayah Sultim,” ungkap dia.
Yang aneh, imbuh Om Din, jika terdapat paslon lain yang berusaha merusak dan mencedarai elektabilitas Longki’s dengan mengklaim perjuangan selama ini bagian dari kerja keras mereka.
“Jangan main serobot pencapaian orang lain. Memangnya ada apa dengan Sultim, kenapa selalu dibawah-bawah dalam orasi poltik paslon lain, apakah itu menandakan Cudih-Iwan kehabisan konsep untuk menggalang suara dukungan. Silahkan berorasi tapi jangan mencampuri urusan orang lain, urus dirilah masing-masing,” saran dia.
Om Din menduga terdapat pihak yang tidak legowo akan keberhasilan Sultim. Ia mempertanyakan tupoksi Aminudin saat memberikan orasi, apakah sebagai ketua Golkar Sulteng ataukan ketua DPRD Sulteng. Jika statusnya sebagai ketua partai, maka nilai Om Din, Golkarlah yang menghalang-halangi keinginan rakyat Sultim. Namun sebaliknya, jika itu pernyataan seorang ketua DPRD Sulteng, suara fraksi manakah yang dicaplok Aminudin dalam orasinya.
“Saya mau tanya di DPRD Sulteng fraksi mana yang tidak mengamini pembentukan Sultim. Jadi saya rasa itu bukanlah pernyataan pimpinan dewan, kalaupun itu pernyataan Golkar Sulteng berarti jelas ada penghalang terhadap cita-cita rakyat Sultim,” cetusnya.
Kembali ditegaskannya, seluruh DPRD yang berada di wilayah cakupan Sultim supaya mendesak DPRD Sulteng untuk segera mengagendakan paripurnah DOB Sultim. Ia juga menyarankan kepada pihak terkait supaya tidak mencari celah menghalang-halangi perjuangan pembentukan Sultim.
“Pada intinya secara administrasi Sultim tak ada masalah lagi. Gubernur juga telah merekomendasikan paripurna Sultim kepada DPRD Sulteng. Ini adalah keinginan seluruh rakyat Sultim, jadi tolong jangan dihalang-halangi. Harusnya kita sama-sama menyatukan tekad untuk merealisasikannya, jangan justru menuding yang tidak-tidak hanya karena kepentingan Pilkada,” pungkasnya.(man)

About uman