Home » Berita Utama » Saksi Diminta Standby di TPS
Saksi Diminta Standby di TPS
Zainudin Ahmad

Saksi Diminta Standby di TPS

LUWUK-Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Banggai meminta seluruh saksi tiga pasangan calon mengawasi jalannya pelaksanaan pemungutan dan penghitungan suara.  Pengawasan itu untuk mewaspadai terjadi potensi kecurangan selama pelaksanaan pemungutan 9 Desember 2015 mendatang.
Komisioner Divisi Teknis KPU Banggai, Teguh Yuwono menyatakan, pemungutan suara akan dibuka  mulai puul 07.00 hingga 13.00 wita  yang dilanjutkan dengan penghitungan suara yang harus selesai pada tanggal yang bersamaan dengan hari pemungutan suara .
“Sudah seharusnya saksi serta pengawas TPS mengawasi dan mengawal proses tersebut hingga selesai. Upaya itu untuk menjaga kualitas hasil pemungutan dan penghitungan suara,” ungkap Teguh, Minggu (6/12).
Bahkan, sambung dia, saat penghitungan suara masyarakat diperbolehkan mengambil gambar atau rakaman video. “Tapi, saat pencoblosan pemilih tidak dibenarkan membawa kamera atau alat pengambil gambar lainnya ke dalam bilik. Hal itu untuk menjaga kerahasiaan suara serta menjaga adanya tekanan dari pemilih,” katanya.
Mengenai penghitungan, paslon peserta pilkada tingkat provinsi Sulteng mendapat giliran pertama kemudian disusul calon bupati dan wakil bupati Banggai.  “Setelah penghitungan selesai dilakukan, PPS akan mendistribusikan hasil penghitungan ke PPK yang kemudian dilanjutkan ke KPU kabupaten. Pengawasan saksi dan Panwas belum berakhir, bila perlu pengawasan juga dilakukan hingga berakhirnya tahap pendistribusian,” tutur Teguh.
KPU, lanjut Teguh, telah memberikan pembekalan kepada PPK serta penyelenggara terkait lainnya baik melalui sosialisasi Bimtek maupun panduan mekanisme pemungutan dan penghitungan suara melalui CD. Namun yang terpenting, menurut dia, adalah mental penyelenggara di seluruh tingkatan.
“Caranya mudah, pelajari regulasinya, pahami mekanisme pelaksanaannya dan jaga independensi. Jika itu dilakukan dengan maksimal dan sesuai, saya rasa seluruh tahapan pelaksanaan Pilkada akan berlangsung dengan baik,” imbuhnya.
Sementara itu, akademisi Universitas Muhammadiyah Luwuk (UML), Zainudin Ahmad mengingatkan penyelenggara di semua tingkatan untuk menjaga netralitas. Potensi kecurangan saat pemungutan dan penghitungan suara akan sulit dilakukan oleh oknum tertentu apabila seluruh rambu-rambu perundang-undangan dilaksanakan dengan maksimal, tegas tanpa kompromi.
“Sebelum kepada pihak paslon, konsentrasi pengawasan terhadap potensi kecurangan terlebih dahulu terhadap para penyelenggara. Sebab, penyelenggaralah yang memegang sistem pelaksanaan serta berwenang akan hal itu,” jelas Dekan Fisipol ini, Sabtu akhir pekan lalu.
Menurut Zainudin, perlunya pengawasan ekstra saat distribusi hasil penghitungan suara menuju KPU. Semakin panjang jalur serta tahapan distribusi maka semakin tinggi pula potensi kecurangan. Seandainya regulasi membolehkan, kenapa tidak kata dia, hasil penghitungan suara dari TPS tanpa perantara langsung didistrubusi ke KPU. Dengan begitu, gerak oknum tertentu untuk mencurangi hasil penghitungan suara akan semakin sulit dilakukan.
“Itu sudah menjadi fenomeda nasional setiap pelaksanaan demokrasi. Supaya tidak dirugikan ini menjadi PR bagi para paslon supaya jeli memilih saksi TPS. Jangan asal-asalan kalau menunjuk saksi, harus yang paham dan mengerti terkait persoalan itu. Awasi dan kawal terus hasil penghitungan sampai clear. Catat setiap angka-angka yang dicatat oleh penyelenggara serta hasil penghitungan di TPS. Karena tidak menutup kemungkinan angka itu dapat berubah,” saran Zainudin.
Terpisah, LO yang juga juru bicara pasangan Herwin Yatim dan Mustar Labolo, Ismail Indek menyampaikan, pihaknya telah menyiapkan saksi yang akan mengawasi pelaksanaan pemungutan dan penghitungan suara di 711 TPS se kabupaten Banggai. Ia optimistis, selain profesional, saksi Win-Star (tagline pasangan Herwin-Mustar,red) telah diberikan pembekalan untuk mencegah serta melihat setiap potensi kecurangan.
“Insya Allah saksi Win-Star dapat menjaga kualitas hasil penghitungan suara sesuai. Dengan begitu diharapkan para saksi tidak kecolongan dengan pergerakan pihak lain yang ingin bermain curang,” pungkasnya.(man)

About uman