Home » Torang p Sekolah » Kepsek SDN 7 Didemo
Kepsek SDN 7 Didemo
Sejumlah guru dan siswa SDN 7 Impres Bertingkat saat melakukan aksi demo menolak Kepsek Nurijati Lasadam, Senin (7/12).

Kepsek SDN 7 Didemo

LUWUK-Sekira pukul 09.00 Wita, Senin (7/12), suasana di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 7 Impres Bertingkat Luwuk, berubah total. Disaat sekolah lain sibuk belajar mengajar (KBM), bahkan ada yang melaksanakan ujian, mereka justru melakukan aksi mogok.
Informasi yang berhasil dihimpun koran ini menyebutkan aksi tersebut terjadi atas kekecewaan sejumlah guru terhadap Kepsek, Nurijati Lasadam. Kepsek dituding telah menggunakan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), namun bukan diperuntukkan bagi SDN 7 yang dipimpinnya.
“Dana BOS yang totalnya sekira Rp 66 juta dan seharusnya digunakan untuk keperluan sekolah itu dia ambil semua, ” tutur seorang guru Muhtar dan wakil Kepsek SDN 7 BI Rudolof Seajima bersama sejumlah dewan guru lainnya saat ditemui Luwuk Post.
Mereka mengaku dari informasi yang beredar, dana BOS tersebut digunakan Nurijati untuk menutupi pembangunan Ruang Kelas Belajar (RKB) di SDN Pembina Luwuk yang hingga kini, belum selesai. “Itu hasil pengakuannya saat rapat hari Jumat 5 Desember, dia (Nurijati,red) mengaku saat di telefon oleh pengawas sekolah, yakni ibu Meike,” tambahnya.
Selain menyalah gunakan dana BOS, selama dilantik sejak bulan September 2015 hingga saat ini, Nurijati tercatat jarang masuk, “Selama ini dia (Nurijati,red) hanya 5 kali masuk,” terangnya.
Mereka (sejumlah guru, red) berharap agar Nurijati bisa segera diganti atau diistrahatkan dari jabatannya. Mengingat kondisi kesehatannya yang mulai menurun. “Kami dewan guru membutuhkan Kepsek yang masih proaktif, sehat jasmani, dan tidak tersandung dengan hukum, karena dengar kabar dia so hampir ditangkap karena masalah bangunan di SDN Pembina Luwuk, untung saja dia tutupi dengan dana BOS dari SDN 7, itu informasi yang kami dapatkan dari SDN Pembina,” tandasnya.
Disisi lain, mereka berpendapat Nurijati sudah diluar batas, karena belum lama menjabat langsung mengganti bendahara sekolah demi melancarkan niatnya untuk mempermainkan dana BOS. “Bayangkan, dia (Nurijati,red) ganti bendahara untuk memanfaatkan dana BOS, baru bendahara yang baru yakni Betris Adam mengaku selama ini tidak pegang itu dana BOS,” terangnya.
Terpisah, Nurijati yang tengah berada di RS karena tengah menjalani perawatan membantah telah melarikan dana BOS SDN 7 seperti yang dituding sejumlah guru. Ia menyebut dana tersebut hingga kini masih tersimpan di tangan bendahara. Terkait demo yang dilakukan sejumlah guru menurutnya itu hanyalah ulah oknum yang memprovokasi untuk menjelekkan namanya. “Mereka menuntut untuk segera dibayarkan haknya, tapi selama ini kewajiban mereka belum dilaksanakan, jadi bagaimana saya mau bayar,” terangnya.
Kewajiban yang dimaksudkan Nurijati ialah pembuatan kisi-kisi soal, soal serta pelaksanaan ujian. Menurutnya, memang anggaran dana BOS tersebut untuk pembiayaan hal hal yang dituntut sejumlah guru. “Saya sudah bilang laksanakan dulu kewajibannya baru saya bayarkan. Uangnya ada sama bendahara, saya suruh perlihatkan tapi jangan dulu bayar yang belum selesaikan kewajibannya,” jelas Nurijati.
Terkait tudingan bahwa dana BOS telah dilarikan ke penyelesaian pembangunan RKB SDN Pembina, menurut Nurijati tidak benar. Sebab, dana itu hingga kini masih ditangan bendahara dan siap dibayarkan. “Kapan saja bisa dibayarkan, tapi itu dia, kewajibannya harus diselesaikan dulu. Karna masih ada beberapa yang belum selesai,” tuturnya.
Amatan Luwuk Post, tidak hanya spanduk penolakan terhadap Kepsek saja yang dipajang didepan bangunan SDN 7 Luwuk, tetapi sejumlah siswa juga ramai-ramai menuliskan rasa kekecewaan terhadap Nurijati mengenai sikap kepemimpinannya selama ini. (ajy)

About uman