Home » Ampana » Diskusi Publik, Kesbangpol Bicara Kasus Pencatutan
Diskusi Publik, Kesbangpol Bicara Kasus Pencatutan
Diskusi publik yang digelar Kesbangpol dan Kewaspadaan, kemarin (5/12), Kasus dugaan pencatutan yang dilakukan Ketua DPR RI, Setyo Novanto kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wapres Jusuf Kalla (JK) juga disebut-sebut.

Diskusi Publik, Kesbangpol Bicara Kasus Pencatutan

AMPANA – Kasus dugaan pencatutan yang dilakukan Ketua DPR RI, Setyo Novanto kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wapres Jusuf Kalla (JK), langsung menjadi perbincangan hangat di daerah-daerah. Buktinya, kemarin (5/12) Kepala Kesbangpol dan Kewaspadaan, Muhamad Syarif Lasawedy mengungkapkan kondisi tersebut dalam diskusi publik.
Menurut Syarif, akibat pencatutan terhadap kepala negara, aturannya yang sempat dicabut oleh Mahkamah Konstitusi (MK), kini diterbitkan kembali. Sebab, penghinaan semakin santer di media sosial dan di lingkungan masyarakat. “Lihat saja di zaman pemerintahan Jokowi penghinaan terhadap beliau luar biasa di media sosial, “ tandasnya.
Penyebabnya, kata Syarif, setelah masa orde baru sistem pemerintahan berubah total. Dari yang terkekang menjadi bebas, sehingga memantik reaksi beragam. “Sistem pemerintahan kini setelah diberikan kebebasan seluas-luasnya, kita tidak lagi menghormati reformasi yang didengungkan, akhirnya reformasi yang kebablasan,” ujarnya.
Syarif menandaskan, pada momentum pilkada seperti saat ini sebaiknya, antarpendukung ataupun simpatisan tidak melakukan penghinaan terhadap pasangan calon (paslon) manapun. “Simpatisan agar tidak melakukan pelecehan kepada siapa pun,” katanya. (ali)

About uman