Home » Torang p Sekolah » Berhasil Lahirkan Siswa Berprestasi Hingga ke Level Internasional
Berhasil Lahirkan Siswa Berprestasi Hingga ke Level Internasional
Rahman seorang pelatih Tennis yang hingga kini tidak mendapatkan gaji tetap dari Pemda, nampak Rahman bersama cucunya Aimar saat ditemui di lapangan Tennis lapangan gelora Luwuk.

Berhasil Lahirkan Siswa Berprestasi Hingga ke Level Internasional

Melatih tanpa pamrih, kata ini mungkin sangat tepat dilayangkan kepada Rahman, pelatih tennis yang kurang mendapat perhatian Pemda.

Catatan : Fajri Rahmadhani,Luwuk Post

Sejumlah warga berlari-lari kecil sambil memegang raket, kadang maju, mundur, kekiri dan kekanan sambil mengejar bola berukuran kecil yang melayang.
Terkadang karena pukulan yang terlalu kencang, bola tersebut keluar dari garis, namun justru itu yang membuat lawan senang karena angkanya bertambah.
Permainan itulah yang hampir setiap hari terlihat dilapangan gelora Luwuk, tidak hanya lapangan basket dan volly saja, tetapi lapangan yang terletak di jalan jendral Achmad Yani itu sudah lama memiliki fasilitas lapangan tennis.
Disudut lapangan tennis itu, terdapat sebuah banguan yang ukurannya agak kecil, meski tidak berbentuk layaknya rumah, tetapi bangunan itu mempunyai halaman dan ruangan yang bisa ditempati sampai beberapa orang.
Disitulah terlihat seorang pria yang umurnya sudah paruh baya sambil menatap warga yang tengah asik bermain tennis. Sesekali ia menyempatkan masuk ke dalam ruangan dan kemudian keluar lagi.
Dia adalah Rahman, seorang yang dipercayakan menjadi pelatih tennis, tak ada yang diragukan dengan cara melatih pria yang juga kerap disapa ustad ini, karena tidak sedikit ia melahirkan atlit tennis yang tidak hanya bisa bertanding ditingkat Provinsi, melainkan juga ditingkat Nasional hingga Internasional. “Mau bermain atau dilatih,” tanyanya kepada saya.
Mungkin Rahman bertanya demikian karena wajah saya baru dilihatnya, namun setelah saya jelaskan barulah ia mempersilahkan duduk sambil bercerita kondisi petenis di Kabupaten Banggai. “Atlit dari Luwuk sudah ada yang ke tingkat Nasional malahan bertanding sampai ke Internasional seperti di Thailand dan Bangkok dan syukurlah masuk ke peringkat 6, pernah juga ada yang bertanding ke Jerman dan Belgia,” tuturnya menggebu-gebu.
Ia mengaku berangkatnya sejumlah atlit dari Banggai tidak lain karena tekad dan kerja keras dari atlit itu sendiri. “Seperti si Andro dia adalah siswa dari SMAN 1 Luwuk tapi sudah lulus dan menetap di Jakarta, kemudian ada juga Mario Sanusi,” kenangnya lagi.
Namun menurutnya, apa yang telah dicapai oleh sejumlah atlit itu benar-benar murni tanpa campur tangan dari Pemerintah Daerah (Pemda), karena selama ini memang tidak ada bantuan sama sekali, baik itu perawatan lapangan, pengadaan alat pendukung maupun gajinya untuk melatih dan merawat dan menjaga lapangan. “Selama sepuluh tahun saya disini, semua kebutuhan hanya dari biaya masing-masing, saya hanya mendapatkan gaji dari atlit yang bermain sehari-har, ada juga yang bayar per bulan,” akunya.
Rahman pun berfikir, jika saja tanpa Pemda atlit Banggai bisa berprestasi hingga ke tingkat Internasional, mungkin akan lebih baik lagi ketika telah dibantu. (ajy)

About uman