Home » Ampana » Guru dan Dikpora Tidak Perlu Saling Menyalahkan
Guru dan Dikpora Tidak Perlu Saling Menyalahkan
PGRI menyarankan agar dalam persoalan keterlambatan pembayaran TSG tidak lagi saling menyalahkan antara guru dan Dikpora.

Guru dan Dikpora Tidak Perlu Saling Menyalahkan

AMPANA – Keterlambatan pembayaran tunjangan sertifikasi guru (TSG) membuat resah para guru. Sehingga memantik perhatian Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Tojo Una-una.
Ketua PGRI Tojo Una-una, Rahmat mengatakan, persoalan molornya pembayaran TSG tidak perlu lagi untuk saling menyalahkan antara pihak guru dan Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora). Sebab, masalah tersebut tidak akan terselesaikan. “Kalau saya lihat, kita yang belum menyesuaikan dengan sistem online ini. Jadi, tidak perlu saling menyalahkan,” ujar Rahmat, kemarin (4/12).
Menurut Amir, dalam pengisian di Dapodikdas terjadi kesalahan satu huruf atau angka pun, Surat Keputusan Tunjangan Profesi (SKTP) tidak akan keluar. Otomatis TSG pun tidak akan dikucurkan. “Ini yang harus kita cari benang merahnya sebenarnya di mana. Guru sudah mendesak, pihak Dikpora kebingungan,” katanya.
Hanya saja, Amir berharap, pengucuran TSG dan gaji pokok bisa satu paket sehingga tidak menyulitkan prosedur bisa sederhana. “Itu yang kini disuarakan semua guru di Indonesia,” katanya.
Sementara itu, Kasubag Keuangan dan Aset Dikpora, Ridwan Detuage menyatakan, pembayaran gaji pokok dan TSG tidak bisa disatukan. Sebab, pembayaran gaji masuk dalam kategori gaji pokok sedangkan TSG termasuk beban kerja. “Rekening penganggarannya pun berbeda,” ujar Ridwan, Kamis (3/12). (ali)

About uman