Home » Banggai Kepulauan » Ada Proyek “Siluman” di KPU
Ada Proyek “Siluman” di KPU
Sorotan terhadap pembangunan fasilitas fisik di kantor KPU Bangkep, semakin meluas. Diduga ada ketidak beresan di balik pengerjaan fasilitas fisik yang sudah dikerjakan lebih awal, padahal anggarannya belum disiapkan oleh KPU Bangkep.

Ada Proyek “Siluman” di KPU

SALAKAN– Sorotan terhadap pengerjaan pembangunan sejumlah fasilitas fisik di kantor KPU Bangkep, yang anggarannya tidak termuat dalam anggaran pembiayaan di lembaga penyelenggara pemilu itu, semakin meluas.
Kuat dugaan, pembangunan fisik di kantor KPU Bangkep yang berupa pagar, talut, garasi dan rabat, sengaja dikerjakan lebih awal untuk tujuan serta maksud tertentu.
Pernyataan dari Sekretaris KPU Bangkep, Ali Arham, yang menegaskan jika pengerjaan sejumlah fasilitas fisik di kantor KPU Bangkep itu, dilakukan karena inisiatif pribadi salah seorang kontraktor di Bangkep, tetap saja tidak
membuat berbagai kalangan membelokan penilaian.
Mereka tetap berasumsi ada ketidakberesan di balik pembangunan fasilitas fisik di kantor KPU Bangkep, yang telah dikerjakan padahal anggarannya belum tersedia. Soal siapa yang terlibat di dalamnya, berbagai kalangan tersebut
belum berani memberikan spekulasi. “Bisa saja ini modus. Biasanya itu dikerjakan lebih awal dan nantinya jika anggaran telah disiapkan, maka proses penentuan siapa yang akan ditunjuk sebagai rekanan, seperti lelang/tender tinggal menjadi formalitas semata. Ini tentunya sebuah pelanggaran aturan. Soal siapa yang terlibat, kita belum berani berasumsi,” ungkap Yahya Amid Sipatan, seorang aktivis LSM anti korupsi di Bangkep.
Kepada wartawan Jumat (4/12), Yahya menuturkan sejauh ini, persoalan tersebut belum dapat dijustifikasi dan dikategorikan sebagai pelanggaran hukum karena belum ada aturan yang ditabrak.
Sebaliknya,  masalah ini sangat rentang dan berpotensi melanggar hukum, apabila nanti pihak KPU telah menyiapkan anggaran dan mekanisme pemilihan calon kontraktor pelaksana dilakukan. Terlebih kontraktor pelaksana yang ditunjuk, adalah kontraktor yang sama.
“Saya tidak yakin kontraktor yang sekarang mengerjakan pembangunan fisik di kantor KPU Bangkep, melakukan semua itu sebagai  sumbangan pribadi kepada KPU Bangkep. Saya menduga pasti ada maksud dan tujuan tertentu di balik semua itu,” pungkas Yahya.
Sebagai bentuk mencegahan terhadap adanya kemungkinan pelanggaran hukum, Yahya
berharap kepada pihak kepolisian dan Kejaksaan Negeri Banggai, dapat melakukan pemantauan persoalan tersebut.
“Akan lebih baik jika kita melakukan upayah pencegahan terhadap adanya kemungkinan pelanggaran hukum. Secara bersama-sama yang berharap kepolisian Polres Bangkep dan Kejari Banggai, dapat memantau masalah ini,” ajak Yahya.
Pembangunan beberapa fasilitas fisik di kantor KPU Bangkep, disorot publik karena dinilai janggal. Pengerjaan sudah mulai dikerjakan bahkan untuk garasi dan jalan rabat telah selesai dikerjakan, padahal anggaran untuk pengerjaannya tidak termuat dalam rancangan pembiayaan di KPU Bangkep pada tahun 2015 ini.
Sebelumnya Sekretaris KPU Bangkep, Ali Arham, kepada wartawan membenarkan tentang ketiadaan anggaran untuk pembiayaan pembangunan fasilitas fisik yang sekarang sudah dikerjakan oleh salah seorang kontrak lokal di Bangkep. Ali Arham, menegaskan kepada wartawan, pengerjaan fasilitas fisik di kantornya
dilakukan berdasarkan inisiatif pribadi sang kontraktor. (Wan)

About uman