Home » Berita Utama » SMILE Sukses Ciptakan Jargon
SMILE Sukses Ciptakan Jargon
Sofhian Mile dan Sukri Djalumang membakar semangat pendukungnya di lapangan Persibal, Minggu (29/11) silam.

SMILE Sukses Ciptakan Jargon

TAK banyak yang mampu menyiptakan jargon dan menyebar cepat dari kota hingga desa. Satu dari sedikit orang itu adalah Sofhian Mile (SMILE). Calon petahana yang maju bersama Sukri Djalumang dengan tagline SMILESUKA pada 9 Desember nanti itu, sukses membawa jargon perlawanan kepada kaum pemodal: lawan, lawan, lawan! ke panggung politik. Apa yang dilakukan SMILE hampir identik dengan Silvio Berlusconi, presiden klub bola AC Milan, yang sukses menjajal dunia politik dengan slogan Forza Italia. Slogan yang membawanya menjadi perdana menteri Italia pada tahun 1994. Slogan yang sejatinya lebih dikenal di lapangan hijau, majulah Italia!, itu ternyata mampu membakar semangat pendukungnya.
Kembali ke SMILE, jargon lawan kaum pemodal dan kapitalisme yang Ia kumandangkan di hadapan ribuan massa kampanye di Lapangan Persibal, Minggu sore (29/11) kemarin, kini menjadi sangat populer. Ambil contoh, saat turun ke Kecamatan Lobu kemarin, massa yang tumpah ruah di jalanan menyambut kedatangan SMILE sambil meneriakkan jargon: lawan, lawan, lawan!.
SMILE sebagai calon petahana, memang maju tanpa dukungan kaum pemodal dan penyandang dana besar. Alhasil, dia mampu memosisikan diri sebagai penantang terhadap dua calon kandidat lainnya, yang telah menjadi rahasia publik memiliki dukungan modal yang besar.
Tak ayal, calon petanaha yang menempatkan pembangunan infrastruktur berwawasan lingkungan dan menjaga kelestarian sumber daya alam sebagai misi nomor satu itu makin membooming di desa desa. Kampanye terbatas selalu dipadati warga. Seperti di Masama dan Lobu Rabu (2/12), kemarin.
Upayanya menempatkan perlindungan terhadap kelestarian lingkungan sebagai misi nomor satu tidak hanya menjadi populer di kalangan orang tua. Namun juga dikalangan para siswa dan para pelajar, karena terkait dengan seruan yang mereka pelajari di bangku sekolah.
Dalam setiap kampanye Sofhian Mile menegaskan akan bersama rakyat dan petani melindungi sumber daya alam di daerah ini.
Klaim tersebut bukan sekedar ngecap. Sebab, selama 4,5 tahun menjadi bupati,  dengan segala risiko, Ia telah membuktikan diri tak memberikan sejengkal pun tanah di bumi babasal untuk perluasan izin perkebunan dan pertambangan.
Ia menyerukan menyerukan perlawanan terhadap upaya penguasaan hajat hidup orang banyak. “Harus kita lawan. Jangan mudah menyerah kepada orang yang berteriak dengan mata melotot, jangan mudah menyerah dengan otot, jangan mudah menyerah dengan uang, lawan, lawan dan lawan!” serunya yang disambut dengan gemuruh massa menggema di lapangan persibal. (ris)

About uman