Home » Banggai Laut » Proyek Jalan Akses Pelabuhan Kembali Disorot
Proyek Jalan Akses Pelabuhan Kembali Disorot
Proyek jalan akses ke pelabuhan Banggai kembali mendapat sorotan. Dikhawatirkan, pekerjaan tidak dapat diselesaikan tepat waktu.

Proyek Jalan Akses Pelabuhan Kembali Disorot

BANGGAI – Pekerjaan pembangunan jalan akses pelabuhan kembali dipertanyakan. Kali ini datang dari gedung parlemen Balut.
Seperti yang diberitakan koran ini beberapa waktu lalu, pekerjaan tersebut menjadi terbengkalai sejak adanya penolakan dari pemilik lahan yang terkena area pembangunan. Hingga saat ini pekerjaan yang menelan anggaran 1,3 miliar itu tidak bergerak dan terancam mangkrak.
Anggota legislatif dari Partai Bulan Bintang, Wedy Pattiwael menyatakan keheranannya atas perencanaan pekerjaan dimaksud. Menurutnya, permasalahan yang timbul seharusnya tidak perlu terjadi jika dinas PU-P Balut punya perhatian dan manajemen kerja yang baik.
“Pekerjaan itu kan sudah dibicarakan sejak masa Hidayat dulu. Sudah cukup lama kok kesannya seperti tidak terencana dengan baik,”  tuturnya, Rabu (2/12).
Wedy menyesalkan Kadis PU-P, Rusli Uda’a yang yang dinilainya lamban dan tidak profesional. Dia mengkhawatirkan bahwa pekerjaan jalan akses ke pelabuhan itu tidak dapat diselesaikan kontraktor mengingat masa kontraknya sudah hampir berakhir.
“Ini baru dari segi waktu penyelesaian. Belum lagi kalau kita lihat mutu pekerjaannya. Coba anda perhatikan kualitas pekerjaan salurannya, itu sangat di bawah standar, seperti asal-asalan saja,” tambahnya.
Terpisah, Donny Iskandar, pemilik CV. Imannuel sebagai pelaksana pekerjaan mengaku tidak bisa berbuat banyak. Pihaknya merasa serba salah. Meski berkeinginan kuat untuk menyelesaikan pekerjaan namun kondisi yang ada tidak memungkinkan untuk itu.
“Sebentar kalau pekerjaan tidak selesai kita didenda lagi bahkan mungkin saja perusahaan di blacklist. Padahal ini di luar kewenangan kami,” paparnya masygul.
Sumber dari dinas PU-P yang dikonfirmasi tidak menjelaskan secara rinci hanya saja ada kabar menyebutkan bahwa jika pekerjaan tersebut telah habis masa kontraknya maka kontraktor bersangkutan tidak dikenakan denda dan akan dibayar sesuai prosentase pekerjaan yang diselesaikan.  (Sbt)

About uman