Home » Berita Utama » Tim SMILESUKA Lapor DKKP
Tim SMILESUKA Lapor DKKP
Hamzah Djalumang

Tim SMILESUKA Lapor DKKP

LUWUK—Ulah KPUD Banggai yang merilis visi misi presiden dan wakil presiden Joko Widodo–Jusuf Kalla menjadi visi misi Smile Suka (Sofhian Mile-Sukri Djalumang) sebagai iklan di sejumlah media cetak lokal, selama empat hari dilaporkan oleh Tim Smile Suka ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP). Meskipun tidak menuduh KPUD berlaku curang, namun publik menilai penayangan visi misi SMILESUKA yang keliru itu memang sangat keterlaluan. Sebab, KPUD memiliki dokumen data mengenai visi misi Smile Suka yang sebenarnya. Misalnya, data tentang visi misi yang dimasukkan pasangan Sofhian Mile–Sukri Djalumang pada pendaftaran calon. Data pada debat kandidat pertama yang diselenggarakan oleh KPUD maupun data tentang visi misi yang dicetak pada APK. “Sudah dicetak di APK juga. Pencetakan APK itu dilakukan oleh KPUD. Tapi saat penayangan iklan visi misi itu diubah oleh KPUD dengan yang bukan visi misi Smile Suka,” kata LO SMILESUKA, Hamzah Djalumang, Selasa (1/12).
Hamzah mengatakan, meskipun KPUD Banggai telah meminta maaf namun pihaknya tetap mengajukan surat keberatan terhadap DKPP dan Bawaslu Provinsi Sulteng.
“Kita tidak serta merta menerima permintaan maaf itu, karena kita sudah dirugikan selama empat hari, kalau Smile Suka tidak punya visi misi semestinya ditolak pada saat pendaftaran paslon karena visi misi merupakan salah satu persyaratannya,” tandasnya.
Hal senada juga diungkapkan Tim Advokasi Smile Suka, Samsurijal Djalumang, Selasa kemarin. Adalah pengakuan kekeliruan serta permintaan maaf Ketua KPU, Irman D Budahu lah yang kemudian mendorong tim paslon peraih nomor urut satu di Pilkada Banggai itu langsung melayangkan surat ke DKPP.
“Sudah jelas siapa yang keliru tentang kesalahan penayangan visi misi itu. Jangan sampai ada unsur kesengajaan dalam persoalan ini, ada yang berniat mempermalukan Smile Suka dihadapan publik,” duga Om Jan –sapaan akrabnya-.
Kok bisa, kata Om Jan, KPU menayangkan visi misi Smile Suka yang didalamnya tak ada sedikitpun menyentil soal kabupaten Banggai. Padahal, sudah sangat jelas mulai dari penyampaian melalui dokumen hingga secara lisan dalam visi misi Smile Suka tak tercantum item visi misi Presiden dan Wakil Presiden RI. Ia justru menduga, ada yang tidak beres dengan sistem administrasi KPU.
Sementara itu, Sekretaris Koalisi Smile Suka, Yulius Tipa menuding, KPU tidak selektif, teliti dan profesional dalam menjalankan wewenang. Ironisnya, saat pertama kali Smile Suka mempertanyakan itu dalam bentuk komplain, Ketua dan Sekretaris KPU Banggai justru mengaku tidak tahu menahu. Jika demikian lalu dimana letak tugas dan wewenang pimpinan lembaga penyelenggara Pilkada.
“Kami sangat menyayangkan, kecewa dan merasa dirugikan akibat persoalan ini. Saya juga menduga memang ada upaya oknum tertentu untuk mempermalukan Smile Suka. Saat ini KPU telah mengakui kekeliruan dan meminta maaf, yang jadi pertanyaan kemana saja dalam 4 hari penayangan visi misi itu?” tanya Yulius, tegas.
Hal tersebut, lanjut Sekretaris DPC Partai Gerindra Banggai ini, juga menjadi gambaran tindakan acuh KPU terhadap tahapan Pilkada. Sangat disesalkan, sambung dia, institusi penyelanggara Pilkada melakukan kesalahan yang dirasakan fatal bagi paslon terkait.
“Dengan telah diajukannya laporan ke DKPP kami sangat berharap supaya persoalan ini diselesaikan sebagaimana proses perundang-undangan yang berlaku,” pungkasnya.(ris/man)

About uman