Home » Luwuk Utara-Timur » Pembebasan Lahan Jalan Nasional Disoal
Pembebasan Lahan Jalan Nasional Disoal
Kondisi pembangunan jalan Nasional yang masih tertunda akibat pembebasan lahan yang belum ada kejelasan, Selasa (1/12).

Pembebasan Lahan Jalan Nasional Disoal

LUWUK UTARA-Warga Desa Bunga Kecamatan Luwuk Utara meminta kejelasan atas realisasi pembayaran ganti rugi pembebasan tanah yang terkena dampak proyek pembangunan jalan nasional.
Moh Dahlan warga Desa Bunga, kepada Luwuk Post, Selasa (1/12) menyatakan, proses ganti rugi lahan itu kembali dipertanyakan warga karena proses penyelesaian pembebasan tanah dan bangunan milik warga lainnya belum diselesaikan hingga saat ini.
Ia mengutarakan, ada sekira Rp 95 juta yang disiapkan pemerintah daerah untuk membebaskan lahan dan rumah milik 50 kepala keluarga di desa tersebut yang belum tuntas penyelesaiannya. Menurutnya, dengan luas  lahan  1,5 x 15 meter tanah yang dibebaskan dengan nilai jual Rp 85.000 per meter, idealnya setiap warga akan  menerima uang ganti rugi sebesar Rp 1 juta lebih hingga Rp 2 juta.
“Kalau pemda serius menyelesaikan permasalahan ini, tanah pekarangan milik 50-an kepala keluarga anggarannya sudah tidak mencapai seratusan juta lagi. Itupun akan berbeda pembayarannya antara tanah yang memiliki SKPT dengan yang tidak memiliki sama sekali. Yang menjadi pertanyaan, seratus hingga dua ratusan juta ganti rugi yang telah dibayarkan pemda kepada satu dua orang sudah dapat diselesaikan, namun kenapa Rp 95 juta lebih untuk 50-an KK masih membutuhkan waktu yang begitu lama,” terang Dahlan.
Ia berharap, pemerintah daerah melalui dinas terkait dapat memberikan penjelasan yang baik terkait hal tersebut, agar tidak lagi menimbulkan pertanyaan yang berulang-ulang dikalangan masyarakat setempat. (awi)

About uman