Home » Metro Luwuk » Aturan Trayek Hanya Wacana
Aturan Trayek Hanya Wacana
Supir Angkot Hanya Mengandalkan Penumpang Anak Sekolah, Selasa (1/12).

Aturan Trayek Hanya Wacana

LUWUK—Keluhan supir angkutan dalam kota (Angkot) mengenai aturan trayek yang sampai saat ini tidak dipatuhi sangatlah wajar. Pasalnya, peraturan yang telah dikeluarkan oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Banggai tidak jelas realisasinya.
“Kalau berbicara tentang aturan, seharusnya Dishub jalankan aturan itu. Jelas terlihat pelanggaran trayek saat ini. Banyak sekali agen-agen seperti Tiga Berlian, Mandiri Pratama dan yang lainnya mengangkut penumpang bukan di terminal,” ungkap Yayan, salah satu supir angkot Selasa (1/12).
Yayan juga menambahkan, di kota lain, semua bis-bis yang beroperasi, baik itu bis antar Kota atau antar Provinsi memuat dan membongkar barangnya di terminal dan bukan di agen di luar terminal.
Selain itu, Kadang bis dari Palu atau Makasar masuk dalam kota atau melewati terminal tanpa menurunkan penumpang. Tapi kondisi itu seakan dibiarkan, sebab petugas perhubungan yang ada di terminal hanya diam saja. “Bagai mana aturan mau di tegakkan, kalau petugasnya sendiri hanya diam melihat pelanggaran tersebut,” pungkasnya.
Dampak dari pelanggaran trayek tersebut, membuat sopir angkot minim pendapatan. “Jangan sampai hal ini terus berlanjut. Sebab, pendapatan kami terus menurun karena kurannya penumpang. Itu pun penumpang yang kami harapkan hanya dari anak sekolah,” ungkapnya.
Yayan berharap, Dishub tidak diam saja melihat agen-agen tersebut mengambil penumpang di dalam kota. Karena saat ini mereka merasa tidak diperdulikan sama sekali. Apalagi mulai 2016 nanti sopir angkot diharuskan untuk mengurus izin-izin yang pastinya akan banyak memakan biaya besar. (tr-35)

About uman