Home » Luwuk Utara-Timur » Warga Bunga Tuntut Janji Bupati
Warga Bunga Tuntut Janji Bupati
Pompa Air Tanpa Mesin (PATM) yang ada di Desa Bunga lama tidak berfungsi.

Warga Bunga Tuntut Janji Bupati

LUWUK UTARA– Warga Desa Bunga kecamatan Luwuk Utara nampaknya sudah tidak sabar dengan kondisi wilayah desanya yang masih mengalami krisis air bersih.
Mereka (warga,red) menuntut agar Bupati Banggai, Sofhian Mile sudah saatnya menepati janjinya yang pernah disampaikan pada warga desa setempat.
“Sebenarnya sudah lama janji ini disampaikan oleh Pak Bupati. Tapi, kami masih memendamnya dalam hati. Namun, dengan penderitaan yang sudah kami alami sejak bertahun-tahun dengan ketiadaan air bersih, maka sudah saatnya kami harus mengingatkan janji itu,” ungkap seorang tokoh pemuda, Moh Dahlan, Sabtu (28/11).
Menurutnya, janji itu disampaikan saat orang nomor satu di daerah itu melakukan peletakan batu pertama pembangunan masjid. “Sudah pasti semua warga yang turut menyaksikan peletakan batu pertama pada pembangunan masjid Bunga masih tetap ingat dengan pernyataan itu. Sebab, penyampaian  itu lahir dari masyarakat sendiri, dan disambut baik oleh pemerintah saat itu,” tandasnya.
Ironisnya, kata Dahlan, pernyataan tersebut tidak pernah terbukti hingga mau memasuki waktu voting day Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Banggai pada 9 Desember mendatang.

Disisi lain, sejumlah warga Bunga juga menyebutkan bahwa, Pompa Air Tanpa Mesin (PATM) atau yang biasa di sebut tugu kran air bersih milik PDAM bagaikan batu nisan. Pasalnya, tugu kran yang ditujukan untuk membantu ketersediaan air bersih bagi masyarakat, tak lagi berfungsi.
Majid mengatakan, dengan kondisi kran PDAM tersebut menggambarkan program air bersih untuk masyarakat sudah terkubur. Alasannya, kerusakan tugu kran  itu sudah berlangsung lama dan tidak pernah lagi mendapat perhatian.
“Memang sudah lama sekali tugu kran ini dibangun. Namun, manfaatnya untuk masyarakat setempat tidak ada,” kata Majid.
Seperti diketahui, tambahnya, warga Bunga tidak menerima distribusi air bersih sebagimana layaknya. Bahkan, hanya untuk mendapatkan air bersih warga terpaksa membuat sumur gali atau membeli pada mobil tangki milik PDAM.
Majid mengharapkan, pemerintah daerah dapat memperhatikan kondisi air bersih di wilayah itu, agar sejumlah tugu kran yang masih ada dapat diperbaiki kembali dan dimanfaatkan warga setempat. “Kondisi ini sangat diharapkan oleh masyarakat agar sejumlah bangunan tugu kran itu tidak terkesan menjadi kuburan di tengah kampung,” tandasnya. (awi)

About uman