Home » Ampana » Penunjukan Kusno dan Mario Diduga Tabrak Aturan
Penunjukan Kusno dan Mario Diduga Tabrak Aturan
Abubakar Nophan Saleh

Penunjukan Kusno dan Mario Diduga Tabrak Aturan

AMPANA – Lingkungan birokrasi di Kabupaten Tojo Una-una mulai gaduh. Lantaran pengangkatan Pelaksana tugas (Plt) asisten I dan II diduga menerobos aturan dan belum juga dikoreksi ulang hingga kini sejak ditetapkan September lalu.
Saat itu, Kepala Bagian Organisasi dan Tata Laksana, Drs. Kusno diangkat sebagai Plt Asisten I dan Kepala Bagian Tata Pemerintahan, Mario Dg. Pawajoe menjadi Plt Asisten II. Padahal, kedua pejabat tersebut diketahui baru eselon III. Sedangkan jabatan asisten harus diemban oleh eselon II.
Ketentuan tersebut ditegaskan dalam Edaran Badan Kepegawaian Negara (BKN) nomor K.26-20/V 24-25/99 tentang tata cara pengangkatan pegawai negeri sipil (PNS) tertanggal 10 Desember 2001, bahwa PNS atau pejabat yang menduduki jabatan struktural hanya dapat diangkat sebagai Plt yang eselonnya sama atau setingkat lebih tingggi di lingkungan kerjanya. Itu mengacu pada Peraturan Pemerintah (PP) nomor 100/2000 tentang pengangkatan PNS dalam jabatan struktural.
Staf Ahli Bidang Hukum Setda Tojo Una-una, Akpar Patatanga menyatakan, pihaknya telah menyodorkan telaan pada 21 September lalu, bahwa dalam penunjukan Plt Asisten I dan II agar mempedomani surat edaran tersebut sebelum pengangkatan. Namun, saran tersebut tidak juga diikuti. “Intinya tidak bisa tabrak aturan,” tegas Akpar, kemarin (29/11).
Rancunya juga dalam penunjukan Plt kali ini, kata Akpar, keluarnya surat keputusan (SK), yang semestinya cukup dengan surat perintah saja dari bupati ataupun Sekretaris Daerah (Sekda). Sebab, jabatan Plt tugasnya hanya berkaitan dengan persoalan administrasi. “Itu diatur dalam surat edaran BKN tadi,” ungkapnya.
Hanya saja, Penjabat Bupati Tojo Una-una, Abubakar Nophan Saleh mengatakan, penunjukan pejabat eselon III menduduki Plt eselon II secara administratif tidak bermasalah. “Contohnya saya eselon II A Kepala Dinas Provinsi Sulawesi Tengah ketika ke sini, menunjuk Sekretaris Dinas saya sebagai Plt,” jelas Nophan kemarin, saat ditemui usai kegiatan jalan sehat yang digelar KPU Tojo Una-una.
Menurut Nophan, pengangkatan Kusno dan Mario dilihat dengan kebutuhan daerah. Kendati dalam Surat Edaran BKN sudah dijelaskan jabatan eselon II tidak bisa diemban eselon III. “Kepala Bagian menduduki asisten boleh sepanjang tidak bermasalah. Secara adminstratif bisa,” katanya. (ali)

About uman