Home » Politik » Murad Perjelas Pemahaman Putusan MA
Murad Perjelas Pemahaman Putusan MA
Murad U Nasir

Murad Perjelas Pemahaman Putusan MA

LUWUK—Keberadaan baliho DPD Partai Golkar Banggai hasil Munas Ancol yang berisikan imbauan memenangan dua paket paslon Pilbup dan Pilgub (Smile-Suka dan Cudi-Ihwan,red) pada Pemilukada serentak 9 Desember mendatang menuai komplain dari kepengurusan Golkar Banggai hasil Munas Bali. Yang jadi penekanan Golkar pimpinan Samsul Bahri Mang (SBM) itu adalah, diseretnya nama partai berlambang pohon beringin rindang itu terhadap arah dukungan kandidat yang sejatinya bertolak belakang dengan rekomendasi.
Saat dikonfirmasi pekan lalu, Ketua DPD Golkar Banggai pro Munas Ancol, Murad U Nasir mengatakan, yang perlu dipahami terkait komplain tersebut adalah isi putusan Mahkamah Agung (MA) terhadap kepengurusan Golkar .
“Yang diputuskan MA itu adalah mencabut SK Menkumham dari kepengurusan Golkar pimpinan Agung Laksono (AL). Tapi sampai hari ini Menkumham belum melakukan itu dengan alasan akan melakukan peninjauan kembali. Dalam putusan MA juga tidak menyebutkan memenangkan kubu Ancol atau Bali, melainkan mengembalikan kepengurusan Golkar pada hasil Munas Riau,” jelas mantan politisi senayan ini.
Dengan begitu seluruh kader kembali dipersatukan. Lagipula, lanjut dia, dari hasil Silaturahmi Nasional (Silatnas) partai Golkar yang mempertemukan ke dua kubu diinstruksikan kepada DPD I dan II untuk mendukung dan memenangkan kader partai yang maju berkompetisi pada Pilkada tahun ini.
“Lalu apa salahnya isi baliho itu, Sofhian Mile (cabup) dan Sukri Djalumang (cawabup), serta Rusdi Mastura (cagub) itu adalah kader tulen partai Golkar yang patut kita menangkan. Saya hanya sekedar menyarankan kepada pengkritik, kalau tidak punya referensi pengetahuan yang cukup sebaiknya jangan asal ngomong,” saran dia.
Kalaupun itu melanggar regulasi penyelenggara silahkan, Murad mengaku, legawa supaya baliho yang terpajang Km5 itu dicopot.
“Kami tidak keberatan kok, sebab tujuan kami hanyalah sosialisasi, dan semoga itu sudah tersosialisasikan. Biarkan rakyat yang menilai kondisi ini” pungkasnya.(man)

About uman