Home » Banggai Laut » DPD KNPI Gelar Bakti Sosial
DPD KNPI Gelar Bakti Sosial
Sejumlah pengurus DPD KNPI Balut yang dipimpin langsung ketua DPD, Fatwan Kuba menggelar bakti sosial berupa pembersihan lokasi wisata di area pantai Desa.

DPD KNPI Gelar Bakti Sosial

BANGGAI – Dewan Pimpinan Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPD-KNPI) kabupaten Banggai Laut kembali menggelar kegiatan. Ketua DPD-KNPI Balut, Fatwan Kuba, mencanangkan bakti sosial (baksos) bertajuk Pemuda Peduli Lingkungan di Desa Pasir Putih kecamatan Banggai, kemarin (29/11).
Mengapa di desa Pasir Putih, rupanya Fatwan memilki pertimbangan bagus sebagai target awal.
Menurut Fatwan, KNPI akan berada di garda terdepan dalam teladan kepedulian terhadap pelestarian lingkungan terutama terhadap generasi muda di Banggai Laut.
Selain itu, kata Fatwan, pihaknya mendoronng pemerintah daerah (pemda) Banggai Laut untuk mengembangkan sektor pariwisata. Terutama di Desa Pasir Putih, Kecamatan Banggai yang selama ini dikenal memiliki sejumlah objek wisata yang berpotensi untuk digarap
“Makanya dalam kegiatan ini kami menggandeng Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif untuk melihat dari dekat potensi yang ada di Desa ini. ” jelasnya.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Ramlan Sudding mengatakan,
pihaknya memberi perhatian penuh usulan warga terkait pengembangan objek-objek  wisata di daerah ini. Hanya saja, Ramlan menegaskan, perlunya kejelasan mengenai status hukum soal lahan warga yang masuk dalam areal pengembangan. “Harus tuntas masalah hibah lahan, jangan sampai nanti pemerintah sudah mulai bangun baru digugat sana-sini,” ujar Ramlan.
Masih dikesempatan yang sama,  Kepala Bidang Promosi Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Muhammad Ikbal Supa, mengapresiasi pengurus DPD-KNPI Banggai laut yang telah menunjukan kepeduliannya terhadap masalah lingkungan. Sebab, kata Ikbal, berdasarkan Indeks Penilaian tingkat kepedulian masyarakat terhadap lingkungan, rata-rata warga Indonesia baru diangka 0,57 dari angka mutlak yakni 1. “Ini angka yang sangat rendah jika dibandingkan negara Malaysia  atau Singapura,” tutur Ikbal.
Dari sisi anggaran, dalam kesempatan tersebut, Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatuf Sardin S. Pilisi menyatakan, untuk mengelola pariwisata  dukungan anggaran sangat penting karena butuh biaya yang besar. “Biar banyak program bagus tapi kalau tidak didukung anggaran tentu tidak jalan juga,” tandasnya.
Sekedar diketahui, dalam RAPBD 2016, Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif telah mengusulkan anggaran senilai Rp 6 miliar untuk pengembangan destinasi wisata. Namun, kabarnya anggaran tersebut telah dipangkas Bappeda sehingga tersisa Rp 3 miliar saja.  (Sbt)

About uman