Home » Ampana » Dana Parpol Tahun 2015 Belum Dikucurkan
Dana Parpol Tahun 2015 Belum Dikucurkan
Hingga saat ini 9 parpol belum juga menerima dana bantuan untuk tahun 2015, salah satunya Partai Golkar. Nampak, Sekretariat Partai Golkar di Jalan Merdeka.

Dana Parpol Tahun 2015 Belum Dikucurkan

AMPANA – Tahun anggaran 2015 tersisa sebulan lagi. Namun, belum ada satu pun partai politik (parpol) yang mengajukan laporan pertanggung jawaban (LPJ) tahun 2014 kepada Kesbangpol dan Kewaspadaan. Akibatnya, Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKA-D) belum dapat memproses pencairan.
Kepala Kesbangpol dan Kewaspadaan, Muhamad  Syarif Lasawedy mengatakan, dari 9 parpol penerima, baru 5 parpol yang mengaku sudah siap mengajukan. Yakni, Partai Demokrat, Hanura, Gerindra, PDIP, dan PKB. Sedangkan untuk PBB belum ada kepastian.“Paling lambat Senin (30/11), mereka sudah ajukan (LPJ). PBB kita sudah hubungi untuk segera diserahkan LPJnya,” ujar Syarif, kemarin (27/11).
Syarif mengungkapkan, untuk Partai Nasdem dan PAN hampir dipastikan tidak akan mendapat dana bantuan yang bersumber dari anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) itu. Sebab, kedua parpol tersebut tidak mengajukan LPJ tahun 2014 kepada Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). “Kemungkinan tahun ini tidak dibayarkan,” jelasnya.
Menurut Syarif, LPJ parpol wajib dilaporkan kepada BPK, karena telah diatur dalam pasal 30 Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) nomor 24/2009 tentang pedoman tata cara penghitungan, penganggaran dalam APBD,  pengajuan, penyaluran, dan LPJ penggunaan bantuan keuangan parpol. “Baik yang bersumber dari APBD atau pun APBD harus dilaporkan ke BPK,” paparnya.
Syarif menyatakan, untuk Partai Golkar, pihaknya masih terus menunggu pencabutan Surat Keputusan (SK) Menkumham pada kubu Agung Laksono (AL). Sebab, yang memenangkan proses hukum terakhir adalah kubu Aburizal Bakrie (ARB). “Kalau kita cairkan bisa-bisa kita yang dituntut,” katanya.
Syarif menegaskan, batas waktu terakhir penyerahan LPJ pada 15 Desember. Jika lambat, siap-siap dompet partai bisa kosong. “Jadi harus secepatnya diajukan,” tandasnya.
Sebelumnya, Syarif menguraikan, untuk nominal dana parpol bergantung hasil pemilihan legislatif (Pileg) tahun 2014 yang diraih masing-masing parpol dan mempunyai kader di DPRD.  “Satu suara itu dibayarkan Rp 10.635,” jelasnya.
Sementara itu, berdasar data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Tojo Una-una, Partai Golkar meraih perolehan suara pada Pileg 2014  sebanyak 18.001 dan berhasil mendapatkan jatah 6 kursi, untuk Partai Nasdem meraup 11.566 suara sehingga mendapatkan 4 kursi di parlemen, sedangkan PAN 9.022 suara dengan jatah 3 kursi mewakili rakyat.
Jika dikalkulasikan, per suara dihargai Rp 10.635, Partai Golkar mendapatkan dana bantuan parpol sebesar Rp 191.440.635, sementara Nasdem mengantongi dana parpol senilai Rp 123.004.410. Sedangkan PAN mendapatkan dana Parpol Rp 95.948.970. (selengkapnya lihat info grafis). (ali)

About uman