Home » Metro Luwuk » Awas..! Narkoba Kuasai Luwuk
Awas..! Narkoba Kuasai Luwuk
Kapolres Banggai AKBP Jamaluddin Farti Sik (pakaian dinas,red) saat berbincang dengan anggota BNN Provinsi Sulteng, terkait hasil tangkapan di rumah tersangka WA, Jumat (27/11).

Awas..! Narkoba Kuasai Luwuk

LUWUK-Pernyataan mantan Kapolres Banggai AKBP Dulfi Muis beberapa waktu silam, mengenai daerah Kabupaten Banggai adalah destinasi favorit para pengedar narkoba ternyata bukan isapan jempol belaka. Sebab, dalam beberapa tahun terakhir penangkapan bandar narkoba dan pengedar sepertinya tak pernah habis. Bahkan, meski dua bandar yang disebut-sebut sebagai pemasok terbesar yakni Unan dan Handoko Magaline telah dijebloskan ke penjara. Tapi peredaran barang haram itu tetap saja marak. Terakhir, Jumat (27/11) kemarin satu bandar besar yang menjadi incaran Badan Nasional Narkoba (BNN) Provinsi Sulawesi Tengah ditangkap tanpa perlawanan, di rumahnya yang terletak di lorong Ebenheizer, Kelurahan Soho.
Informasi yang berhasil dihimpun Luwuk Post, Tim BNN yang melakukan penggrebekan dan penangkapan terhadap tersangka berinisial WA tersebut, sudah mengincar pelaku sejak lama. Sebab, pria ini terkenal sebagai bandar besar yang mensuplai narkoba ke beberapa wilayah di Sulawesi Tengah, bahkan sampai ke Gorontalo. Penelusuran anggota BNN selama dua hari ternyata tidak sia-sia. Saat penggrebekan sekira pukul 10.00 Wita dilakukan, mereka berhasil mengamankan sekira 15 gram sabu-sabu di rumah WA. Sang bandar beserta seisi rumah langsung diamankan ke Polres Banggai untuk dimintai keterangan. Tak puas, penggeledahan ulang kembali dilakukan anggota BNN dan Polres Banggai sekira pukul 13.00 Wita. Hasilnya, petugas kembali menemukan satu paket berukuran sekira 19 gram.
Di dalam rumah itu juga terdapat beberapa pelastik yang ditenggarai adalah bungkusan sabu-sabu, namun kondisinya sudah kosong. Selain mendapatkan barang bukti ke dua, penggeledahan itu juga berhasil menemukan bukti transaksi si bandar dan pengedarnya. Dari bukti-bukti tersebut terlihat dalam sekali transaksi berkisar antara puluhan hingga ratusan juta. Bahkan, salah satu bukti transaksinya mencapai Rp700 juta. Dari jumlah sekali transaksi itu, bisa dipastikan dalam setahun omzet si bandar mencapai miliaran rupiah.
“Untuk saat ini kita belum bisa memberikan keterangan, nanti press realeas-nya di Palu. Yang pasti kalau pertanyaannya apakah benar ada penangkapan, itu benar,” terang Marten, selaku ketua tim BNN Provinsi Sulawesi Tengah, Jumat (27/11).
Dari penelusuran yang dilakukan BNN, diduga WA memanfaatkan jasa rental miliknya yang terletak di Kelurahan Karaton sebagai alat transportasi pengiriman narkoba dari Sulawesi Selatan. Sebab, saat dilakukan pemeriksaan, BNN berhasil mendapati salah satu sopir rental positif sebagai pengguna. Kini ketiganya yakni; WA dan Anaknya, serta sopir rental yang positif pengguna, telah dititipkan di sel tahanan Polres Banggai, sebelum digiring ke Polda Palu nantinya. Sementara menantu WA dan beberapa saksi masih dimintai keterangan di Polres Banggai.
Terpisah, Kapolres Banggai AKBP Jamaluddin Farti mengungkapkan penangkapan tersebut merupakan kerja sama Polres Banggai dan BNN. Sebab, sebelum penangkapan Polres intens melakukan koordinasi berupa informasi ke BNN provinsi Sulawesi Tengah. “Dalam penangkapan itu kita hanya back up saja, jadi kerjasama informasi saja dengan BNN,” tuturnya.
Sementara itu, sejumlah tetangga pelaku mengaku setiap harinya silih berganti tamu hadir di rumah WA. Bahkan beberapa pejabat-pun disebut kerap datang. Namun, mereka enggan menyebut siapa para pejabat itu. Beruntung, rumah WA dilengkapi CCTV, sehingga proses penyelidikan bisa dimaksimalkan dengan memutar ulang rekaman dan melihat siapa saja yang pernah bertandang ke rumah itu.(van)

About uman