Home » Metro Luwuk » Vonis Dua Tahun, Tambah Dua Tahun Lagi
Vonis Dua Tahun, Tambah Dua Tahun Lagi
Noldy ketika ditangkap polisi dengan kedua kaki mendapatkan luka tembak di ruang reskrim Polres Banggai, Sabtu (11/7) lalu. Residivis spesialis pencurian rumah kosong itu kini telah berada di Lapas Kelas IIB Luwuk.

Vonis Dua Tahun, Tambah Dua Tahun Lagi

LUWUK-Residivis pencurian Noldy Lolong, nampaknya akan menjadi penghuni Lapas kelas IIB Luwuk dalam waktu yang cukup lama. Pasalnya, pria yang kerap tertangkap dengan aksi yang sama itu dalam setahun terakhir telah dijatuhi dua kali vonis bersalah. Sidang pertama terkait pencurian di Desa Lenyek, Kecamatan Luwuk Utara Noldy divonis 2 tahun penjara. Kemudian pada sidang kedua terkait pencurian di BTN Korpri, Ia kembali dijatuhi hukuman 2 tahun penjara. Total empat tahun akan dihabiskan Noldy dalam penjara, namun itu belum cukup. Sebab, masih ada beberapa kasus pencurian yang juga melibatkan pria yang mendapatkan dua tembakan, saat tertangkap di daerah Toili itu. Salah satunya, aksi pencurian sepeda motor di Desa Sayombongin, Kecamatan Kintom.
Uniknya, aksi pencurian di desa Sayombongin dilakukan Noldy saat dirinya berhasil melarikan diri dari sel tahanan Polsek Kota Luwuk dengan menjebol plafon. Ketika berada di luar, Noldy bukannya sadar tetapi tetap melakukan aksi serupa. Berdasarkan data yang pernah diungkap kepolisian resor Banggai, Noldy adalah residivis yang kerap meresahkan warga. Terhitung, Ia punya keterkaitan dengan 20 kasus pencurian yang terjadi di daerah ini, termasuk pencurian yang terjadi di rumah Camat Luwuk Timur, beberapa waktu lalu.
“Jadi dia (Noldy, red) sudah dua kali divonis, pertama dua tahun, terus kedua 2 tahun juga. Sekarang ada satu perkaranya juga yang sebentar lagi naik sidang, jadi kemungkinan bertambah,” terang Andi Suharto, selaku Kasi Pidum Kejari Luwuk, Kamis (26/11).
Dalam vonis atas pencurian di BTN Korpri, Noldy tak sendirian. Sebab, Ia dibantu Dedy yang divonis 8 bulan penjara, serta Andriyono yang juga residivis divonis 1 tahun penjara. “Dedy vonisnya hanya  8 bulan karena pada kasus ini dia baru pertama kali melakukan pencurian,” jelas Hendy Tjatjo, selaku Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Luwuk yang menangani perkara itu.
Selain itu, dalam pencurian di Desa Lenyek, Noldy juga melibatkan rekannya, bahkan istrinya juga ikut hingga divonis bersalah dan diganjar 20 hari penjara.
Sebelumnya, dengan kondisi pincang usai mendapatkan tembakan di dua kakinya, Noldy mengaku akan insyaf tapi dengan cara berbeda. “Saya sudah harus pensiun, karena kaki sudah tidak bisa digerakkan bebas. Masih terkadang ada rasa nyeri,” tuturnya ketika tahap dua ke kejaksaan.(van)

About uman