Home » Manufacturing Hope » BPLH Diminta Panggil PT.Astima
BPLH Diminta Panggil PT.Astima
PINAPUAN : Rapat lintas komisi di DPRD Kabupaten Banggai yang dipimpin Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Banggai, I Putu Gumi, saat menerima aksi demonstrasi eks karyawan PT.WMP dan perwakilan masyarakat Pinapuan. Warga Pinapuan mendesak DPRD mengambil sikap atas krisis air bersih yang terjadi di Desa Pinapuan. (Foto: Gafar Tokalang/Luwuk Post)

BPLH Diminta Panggil PT.Astima

LUWUK—Anggota DPRD Kabupaten Banggai Irwanto Kulab meminta kepada Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup (BPLH) Kabupaten Banggai memanggil pihak PT.Anugerah Sakti Utama (Astima) untuk membicarakan masalah air bersih yang dikeluhkan warga Desa Pinapuan Kecamatan Pagimana.
Menurut Irwanto, krisis air bersih yang dirasakan oleh warga Desa Pinapuan tersebut adalah akibat aktivitas pengerukan tambang nikel yang dilakukan oleh perusahaan PT.Astima. Sehingga, menjadi kewajiban dari perusahaan tersebut untuk membenahi fasilitas air bersih untuk desa-desa yang terkena dampak.
“Saya meminta kepada BPLH untuk segera panggil PT.Astima, untuk membicarakan masalah fasilitas air bersih yang ada di desa itu,” katanya.
Irwanto mengaku, sudah membaca dokumen lingkungan milik Perusahaan PT.Astima, yang merupakan sebuah komitmen perusahaan terhadap desa-desa disekitar lokasi penambangan yang akan terkena dampak. Seharusnya kata dia, dalam dokumen lingkungan itu, kewajiban perusahaan adalah memberikan penanganan masalah yang terjadi di desa yang terkena dampak sebelum perusahaan tersebut beroperasi.
Hanya saja, yang dilakukan oleh PT.Astima adalah melakukan pembenahan fasilitas air bersih ketika perusahaan tersebut sedang beroperasi. Sudah begitu, fasilitas air bersih yang dibangun pihak perusahaan juga tidak sesuai dengan apa yang diharapkan oleh masyarakat.
“Menurut saya, kondisi yang terjadi di Desa Pinapuan masih menjadi tanggung jawab perusahaan. Sehingga BPLH harus memanggil perusahaan untuk membicarakannya,” kata politisi Golkar itu.(far)

About Riezka