Home » Berita Utama » Anggota OPM Ingin Dibebaskan
Anggota OPM Ingin Dibebaskan
INGIN DIBEBASKAN: Anggota Organisasi Papua Merdeka, berinisial YY, ingin segera dibebaskan. [Foto : Steven Pontoh/Luwuk Post]

Anggota OPM Ingin Dibebaskan

LUWUK-Anggota Organisasi Papua Merdeka (OPM) berinisial YY (21) yang ditangkap Satuan Reserse Kriminal Polres Banggai, karena membawa 9 butir amunisi aktif di Bandara Syukuran Aminuddin Amir ingin segera dibebaskan.
Ditemui di sel tahanan Polres Banggai, YY mengaku selain ingin menghadiri peringatan hari ulang tahun anak tirinya. Kedatangan YY ke daerah ini karena ingin menghindari kejaran pasukan OPM. Pasalnya, Ia adalah anggota yang melarikan diri dari korps Polisi Nasional Papua Barat (PNPB).”Setiap anggota yang keluar itu pasti dicari. Kalau didapat langsung dibunuh,” ungkapnya, Senin (27/04).
Itulah mengapa pria kelahiran Molof memutuskan mengikuti isterinya. Di daerah ini Ia juga merasa sangat tenang, karena jauh dari kejaran anggota korpsnya. Bahkan, jika nanti dibebaskan YY menyatakan akan menetap dan berkebun di daerah ini.
Dia mengatakan, rencana kepulangannya Minggu, (26/04) kemarin karena ingin mengambil baju dan perlengkapan rumah tangga.”Di sini saya aman, masyarakatnya juga ramah. Saya mau tinggal disini dan berkebun bersama isteri saya,” kata YY dari balik jeruji besi.
Mengenai peluru aktif, YY bersikukuh dibawanya dari Papua. Pernyataan sebelumnya bahwa peluru tersebut pemberian rekannya dari Desa Uso, Kecamatan Batui tidak benar. Ia mengaku beralasan seperti itu karena kebingungan menjawab pertanyaan polisi.”Itu saya bawa dari Papua, tidak tahu juga kenapa bisa lolos. Padahal dari Jayapura, Makassar, saya juga diperiksa,” ungkap YY yang diamini SR, isterinya.
YY mengisahkan saat transit di Makassar pintu detektor sempat berbunyi. Namun, saat diperiksa Ia langsung mengeluarkan korek gas (pemantik,red) dari dalam tasnya. Ketika itu, petugas keamanan langsung memberi jalan. Petugas hanya menahan korek api gasnya. Terkait pisau (badik,red) yang terbuat dari tulang rusa, YY menyatakan itu hanyalah perlengkapan untuk jaga diri.”Kalau pisau di Papua kita semua punya, sama kayak orang Bugis. Itu hanya untuk jaga diri saja,” ungkapnya.
Anggota OPM berpangkat Sersan Dua itu juga menjelaskan awalnya Ia memang mendukung kemerdekaan Papua Barat. Namun, ketika masuk OPM dan melihat beberapa visi misi Negara Republik Federal Papua Barat (NRFPB),  YY menyatakan ingin tetap menjadi WNI. Selain itu, jika merdeka nanti, YY takut tak ada lagi daerah lain yang mau memperhatikan ketika ada tindakan semena-mena dari pemerintah.  Itu juga salah satu alasan mengapa YY kabur dari korps hijau berlambang burung cenderawasi itu.“Katanya kalau sudah merdeka, satu saja dari anggota keluarga kita berbuat kejahatan, semua dipenjara. Itu bisa seumur hidup,” tutur pria asal Kabupaten Keerom ini.(van)

About kanaya