Home » Berita Utama » Ketua DPRD Desak Kejari Turun Tangan
Ketua DPRD Desak Kejari Turun Tangan
PROYEK TAK BERES: Ketua DPRD Bangkep, Muh. Rizal Arwie, marah menyusul tidak selesainya bangunan rumah pendingin ikan di Desa Bolonan. Rizal mendesak Kejari Banggai untuk segera melakukan penyelidikan untuk mengungkap dugaan korupsi pada proyek tersebut. [Foto: Iwan Bua / Luwuk Post]

Ketua DPRD Desak Kejari Turun Tangan

Sidik Rumah Pendingin Ikan di Bolonan

SALAKAN-Ketua DPRD Bangkep, Muh. Rizal Arwie, benar benar marah melihat proyek pembangunan rumah pendingin ikan di Desa Bolonan, Kecamatan Totikum yang tidak selesai.
Rizal meminta Kejaksaan Negeri Banggai melakukan penyelidikan untuk memastikan adanya indikasi korupsi pada proyek tersebut.
“Penyidik Kejari Banggai perlu turun tangan untuk menyelidiki ada atau tidaknya indikasi kerugian negara di dalam pembangunan rumah pendingin ikan di Desa Bolonan.  Jika nantinya benar adanya kerugian negara di dalamnya, maka semua pelakunya harus diseret ke pengadilan,” tegas Rizal, Minggu (1/3).
Rizal melihat pembangunan rumah pendingin ikan di Bolonan sangat sarat dengan indikasi pelanggaran tindak pidana korupsi. Sebab, sebelum pekerjaan dimulai, kontraktor telah menerima uang muka sebesar 30 persen dari nilai kontrak.
Sementara realisasi fisik bangunan tidak sebanding dengan uang muka yang dicairkan.“Saya telah cek ke lapangan. Saya ragu uang muka yang diterima sudah sebanding dengan realisasi fisik bangunan yang baru dindingnya saja.  Namun untuk memastikan kerugian negara, sudah seharusnya penyidik kejari banggai turun tangan,” katanya.
Kuat dugaan realisasi fisik bangunan tidak sesuai dengan uang muka yang dicairkan. Sebab, anggaran untuk proyek rumah pendingin ikan di Bolonan itu mencapai satu miliar lebih, dengan dua rincian pekerjaan, yakni bangunan dan pengadaan mesin pendingin.
Selain bangunan yang tidak selesai. Sampai saat ini mesin pendingin ikan belum diadakan oleh kontraktor, padahal uang muka sudah dicairkan.  (wan)

About kanaya